Tingkatkan Kompetensi Petugas Teknis melalui Pelatihan Asisten Teknik Reproduksi Ternak

udin abay | Senin, 07 Februari 2022 , 13:34:00 WIB

Swadayaonline.com - Di tengah maraknya pandemi Covid-19 varian Omicron, tidak menyurutkan semangat Kementerian Pertanian untuk terus bertumbuh positif. Pertanian harus terus di dorong agar tidak pernah berhenti karena pertanian merupakan penyedia pangan bagi seluruh negeri, meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong eksport.  Presiden Republik Indonesia,  Joko Widodo pun mendukung sekali kegiatan yang dilaksanakan untuk menambah softskill bagi aparatur  “Saya mengapresiasi kerja keras Kementan, yang telah melakukan berbagai terobosan dan inovasi didalam mewujudkan SDM Unggul dalam kondisi pandemi Covid-19 ini” ujar beliau.  

Seperti yang dikemukakan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo bahwa pelatihan diharapkan akan meningkatkan kapasitas serta kemampuan bagi petani dan penyuluh. Terutama pada masa seperti ini, sektor pertanian mampu menjadi salah satu sektor yang bertahan bahkan semakin tumbuh positif seiring waktu. Pertanian dinilai ibarat merpati putih yang tidak pernah ingkar janji.  

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan kegiatan pelatihan dapat mendukung program aksi BPPSDMP untuk mencapai visi dan misi yang dicanangkan Presiden RI dan Menteri Pertanian. “Untuk itu, para penyuluh dan petani harus segera melakukan percepatan, untuk menjaga ketersediaan dan ketahanan pangan terutama di masa pandemi COVID-19,” tutur Dedi.  

Dalam rangka meningkatkan kompetensi petugas teknis dalam bidang reproduksi ternak, Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu melaksanakan Pelatihan Asisten Teknik Reproduksi Ternak (ATR) . Pelatihan ATR dilaksanakan selama 14 hari, yang dimulai dari tanggal 7-20 Februari 2022 dengan peserta pelatihan sebanyak 20 orang yang berasal dari 20 kabupaten/kota  di Indonesia. Kegiatan pelatihan di buka langsung oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Sabir. Hadir dalam pembukaan tersebut, Sub koordinator Pelatihan Aparatur dan Widyaiswara BBPP Batu.  

Dalam arahannya, Sabir menyampaikan beberapa hal terkait kondisi ternak yang menurut beliau perlu diperbaiki, seperti jarak kelahiran yang dianggap sebagai tantangan agar ternak dapat melahirkan sebanyak 3 kali dalam waktu 2 tahun. Selain itu juga harus memikirkan  pelayanan IB serta bagaimana cara pencegahan untuk kondisi tidak bunting. “Saya harap  para peserta pelatihan mampu memampatkan waktu agar bisa mengikuti semua materi dengan baik. Agar nantinya saat kembali ke lingkungan asal, masing-masing peserta dapat menerapkan ilmunya dengan maksimal.” tegasnya.  

Catur Puryanto selaku Sub Koordinator Penyelenggara Pelatihan bagi Aparatur dalam sambutan ketua panitia menyampaikan materi inti pada pelatihan ini adalah evaluasi hasil IB, evaluasi hasil PKB, kemampuan menanggulangi gangguan reproduksi, serta evaluasi kompetensi. Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur tingkat kemajuan kemampuan para peserta pelatihan. Catur berpesan kepada peserta untuk senantiasa menjaga kesehatan sesuai dengan prokes yang berlaku. “Semoga kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar sesuai yang diharapkan.” ucapnya.  

“Maksimalkan fokus dan konsentrasi selama pelatihan. Insyaallah semua materi bisa dikuasai asal serius.” tutup Kepala Balai BBPP Batu dalam acara pembukaan pelatihan ATR.   DWI & ARNETA BBPP Batu