Kerjasama Nano Teknologi Dengan Pemerintah Iran
udin abay | Selasa, 24 April 2018 , 09:18:00 WIB
Swadayaonline.com - Menindaklanjuti The 2st Joint Steering Committee Meeting on Agriculture (JSCMA) yang diselenggarakan di Iran di tahun 2017 lalu di Tehran, Iran. Sesuai dengan hasil pertemuan JSCMA, kedua belah pihak sepakat merumuskan kegiatan kerja sama yang lebih konkrit dan dapat diimplementasikan.
Delegasi Iran berjumlah 8 orang yang merupakan anggota Iran Nanotechnology Initiative Council (INIC) serta perwakilan dari perusahaan-perusahaan berbasis nano untuk bidang peralatan dan mesin, semua jenis benang untuk tekstil, farmasi dan obat anti kanker, masker, barang pecah belah, pertanian, otomotif, bangunan, mesin industri dan pendidikan. Delegasi dari Iran didampingi oleh staf Kedutaan Besar Iran, Amir Rodo dan staf Kementerian Perindustrian, Rahadi Sri R.
Pertemuan dibuka oleh Hoerudin, SP., MFoodST., Ph.D (Kepala Bidang Program dan Evaluasi, BB Litbang Pascapanen Pertanian) yang mewakili Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian sekaligus memaparkan profil balai, sedangkan dari pihak INIC diwakili oleh Dr. Reza Asadifard selaku CEO Industry & Market Department yang dilanjutkan dengan pemaparan tentang teknologi nano yang dilakukan di BB-Pascapanen oleh Dr.Ir. Sri Yuliani, MT. Diskusi berlangsung cukup produktif antara delegasi Iran dengan para peneliti BB-Pascapanen yang juga turut hadir.
Iran termasuk negara yang telah maju dalam pengembangan nanoteknologi. Hasil penelitian dalam bidang nanoteknologi telah banyak dipublikasikan dan menduduki ranking 4 dunia. Pengembangan nanoteknologi di Iran telah memasuki tahap komersialisasi dan Indonesia dipandang sangat potensial untuk memasarkan berbagai produk nano seperti obat2an anti kanker, nano masker, water equipment, benang untuk tekstil dan lain2.
Saat ini Iran telah memiliki Iran Nano Technology Standardization Committee yang mengeluarkan ISO/TC229 untuk menstandarkan: definisi teknologi nano, safety work, safety practice, safety handling,dan lain2. Salah satu delegasi dari perusahaan polymer, yaitu Parsa Polymer Sharif yang memproduksi polymeric compounds tertarik untuk bekerjasama dengan BB-Pascapanen dalam mengembangkan teknologi bioplastik dan biofoam.
Pertemuan ini diharapkan menghasilkan kerjasama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, dan Indonesia khususnya BB-Pascapanen dapat menggali ilmu serta manfaat pengalaman dari Iran tentang penggunaan teknologi nano untuk berbagai bidang. SY/HMSL
