Dorong Penumbuhan Wirausaha Pertanian, Kementan Gelar Pelatihan Sejuta Petani Dan Penyuluh Volume 4
udin abay | Jum'at, 25 November 2022 , 17:49:00 WIB
Swadayaonline.com - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) baru usai menyelenggarakan “Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh” volume ke 4 tahun 2022, dengan tema “Kewirausahaan Pertanian”. Pelatihan ini diselenggarakan oleh UPT Pelatihan pada 22-24 November secara daring melalui zoom meeting. Titik berat pelatihan adalah membidik penumbuhan dan tumbuh kembang wirausaha pertanian dari kalangan petani.
Penyelenggaraan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh sebelumnya telah mendapat apresiasi dari Badan Rekor Muri Indonesia yang diterima Kementerian Pertanian dalam kategori pelatihan dengan peserta terbanyak. Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh saat ini telah mencapai volume ke 4 di Tahun 2022 dengan mengambil tema “Kewirausahaan Pertanian” yang dilaksanakan mulai tanggal 22 November sampai dengan 24 November 2022.
Salah satu kompetensi yang harus dimilki oleh SDM pertanian, meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang sesuai dengan komoditas pertanian yang diusahakan, peningkatan kompetensi tentang pengetahuan, keterampilan dan sikap dapat dilaksanakan melalui pelatihan. Pelatihan yang harus dikembangkan kedepan dengan memanfaatkan teknologi informasi adalah pelatihan pertanian berbasis online.
Pusat Pelatihan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian dalam mendukung kegiatan reguler maksimum mengembangkan pelatihan berbasis online salah satunya adalah dengan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh yang bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan di wilayah kerja masing-masing.
Pelaksanaan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh diawali dengan pendaftaraan peserta yang telah ditargetkan oleh Pusat Penyuluhan Pertanian berdasarkan wilayah masing-masing UPT. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan sebagai UPT Pelatihan, mendapatkan wilayah Provinsi Jawa Timur dengan jumlah target terbesar di provinsi seluruh Indonesia. Melalui koordinasi dengan seluruh pihak yang terkait dengan petani dan penyuluh di provinsi Jawa Timur, BBPP Ketindan berhasil mencapai target peserta tertinggi yaitu sebesar 107,98 % melebihi target yang telah ditetapkan dari 317.866 peserta dari unsur petani, penyuluh, dan insan pertanian lainnya.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam pembukaan pelatihan mengatakan modal bangsa Indonesia adalah Pertanian. Keuntungan bisnis di bidang pertanian pun tesebar mulai dari hulu hingga hilir yang bisa digeluti petani. Baginya menjadi petani yang berwirausaha di Indonesia adalah orang keren dan memastikan diri sebagai orang mampu secara finansial.
"Pertanian harus mampu mencukupi kebutuhan barang sekaligus jasa yang terkait. Dengan kata lain, untuk memajukan pertanian, khususnya meningkatkan kesejahteraan petani, peningkatan produksi dan produktivitas di subsektor budidaya saja tidak cukup," tegas SYL.
Dalam soft opening oleh Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan sudah saatnya petani melakukan pertanian sebagai agribisnis. Bukan hanya memenuhi kebutuhan keluarga sendiri. Petani juga sudah saatnya membuat turunan berupa olahan untuk mendapatkan nilai tambah, begitupun mendapatkan akses pasar yang baik.
"Pertanian kini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan masyarakat. Sudah saatnya pertanian dijadikan agribisnis guna meningkatkan penghasilan," tuturnya.
Di sisi lain, penumbuhan wirausaha perlu terus didorong, terlebih bila dikaitkan dengan rasio kewirausahaan Indonesia yang pada tahun 2022 baru mencapai 3,47 persen, jauh di bawah negara maju yang kategori rasio kewirausahaan minimal 12 persen dari populasi.
"Untuk itu, para pemuda didorong untuk pendirian usaha pertanian yang antara lain dalam bentuk women entrepreneurship, green economy, dan digital economy,” imbuhnya.
Karena itu, dirinya mengajak seluruh insan pertanian yang terdiri dari petani, gapoktan, KWT, petani milenial dan seluruh komponen SDM Pertanian untuk mampu berbisnis pertanian. "Wirausaha pertanian itu sebenarnya yang menjamin keberlanjutan pembangunan pertanian, " tuturnya.
Dedi Nursyamsi juga menandaskan, usaha pertanian harus tuntas dari hulu sampai hilir sehingga dapat menghasilkan para wirausahawan pertanian yang handal dan menghasilkan duit yang banyak.
BBPP Ketindan secara aktif melaksanakan pelatihan sejuta petani dan penyuluh dengan menetapkan beberapa titik kumpul dibeberapa kabupaten se-Jawa Timur. Titik kumpul utama di Provinsi Jawa Timur ditetapkan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lawang Kabupaten Malang.
Dalam penyelenggaraan Pelatihan sejuta petani dan penyuluh BPP Lawang mendapat kesempatan pertama untuk menampilkan yel yel dan mengemukakan pendapat atau saran. Sugimin Ketua Kelompok Tani Pertanian Organik dari Sumberngepoh Kecamatan Lawang mewakili petani dan penyuluh mengemukakan bahwa diperlukan pelatihan dan program yang kongkrit untuk menumbukan para wirausahawan muda dan agar para petani lanjut usia diberikan kesempatan untuk dapat mengakses Kredit Usaha Rakya (KUR).
Pendapat dan usulan Sugimin tersebut kemudian diapresiasi oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian. AGS/YNI
