Pemberdayaan KWT Melalui Wirausaha Pembuatan Deterjen Cair
udin abay | Sabtu, 26 November 2022 , 22:58:00 WIB
Swadayaonline.com - Untuk menjalankan fungsi kelompok tani (poktan) sebagai unit produksi usaha tani dan meningkatkan kesejahteraan petani beserta keluarga, Balai penyuluhan Peranian (BPP) Kecamatan Kesamben mengadakan kursus tani “Pembuatan Deterjen Cair Cuci piring bagi Kelompok Wanita Tani” di Wilayah Binaan BPP Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar.
Sejarah mencatat jika Indonesia pernah mencapai swasembada pangan. Keberhasilan itu terjadi karena pemerintah melakukan pemberdayaan petani dan penyuluh di Tanah Air.
“Dampaknya luar biasa, karena produksi meningkat terus. Dan akhirnya pada tahun 1984 kita bisa swasembada," katanya.
Menurut Dedi, hal itu membuktikan jika kebangkitan pertanian harus diawali dari kebangkitan SDM, yaitu petani, penyuluh, petani milenial, poktan dan gapoktan. Dedi Nursyamsi juga menegaskan jika penyuluh memiliki peran yang luar biasa dalam pertanian.
Usaha pembuatan deterjen cair cuci piring memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan, produk deterjen cair cuci piring memiliki perputaran yang cepat, dimana deterjen cair cuci piring merupakan kebutuhan yang harus tersedia di dalam rumah tangga dan sulit untuk dihemat sehingga cepat habis.
Seringkali pembuatan deterjen cair cuci piring yang bisa diakses baik melalui berbagai artikel maupun video tutorial di youtube mengalami kegagalan bagi pemula. Hal ini banyak disebabkan oleh beberapa faktor
Produk deterjen cair yang berhasil dengan baik adalah memiliki warna cerah bening merata, kental, berbusa, kasat, aroma wangi. Tindak lanjut dari kursus tani yang dilakukan oleh BPP Kecamatan kesamben tetap mendampingi dan memantau produksi deterjen cair cuci piring yang dilakukan Kelompok Wanita Tani.
Jika deterjen cair cuci piring yang encer dan warna berlapis, maka detergen tersebut kelebihan garam. Sedangkan sifat fisik kekentalan deterjen cair adalah spesifik dimana bila dikentalkan menggunakan garam, kekurangan garam akan encer dan kelebihan garam juga encer. Deterjen cair cuci piring yang sudah bagus awalnya, memiliki warna cerah bening merata, kental, berbusa, kasat, aroma wangi tidak berselang waktu yang lama warna menjadi pudar keruh dan aroma jadi tidak wangi lagi, hal ini terjadi setelah diukur derajat keasamannya memiliki pH 5, dimana pH normal deterjen cair cuci piring berkisar 6 – 8. Deterjen cair cuci piring yang terlalu asam mengakibatkan warna cepat memudar.
Trik pembuatan deterjen cair cuci piring
Agar deterjen cair cuci piring tidak terlalu asam, apabila menggunakan LABS sebagai foam booster, sebelum digunakan larutan LABS telah dinetralkan terlebih dahulu dengan menambahkan caustic soda (NaOH) sampai larutan LABS menjadi netral (pH 7). Guna menghindari kelebihan garam dan encer kembali setelah diberi pewangi pada pembuatan deterjen cair cuci piring, tahapan pembuatan deterjen cair jangan sampai terbalik.
Tahapan pembuatan deterjen
Cairkan SLES dan SLS needle dengan cara merendam air yang dibutuhkan selama 12 jam, tambahkan larutan LABS netral sambil di aduk pelan biar merata dan tidak berbusa, sambil diaduk pelan, tambahkan pewarna sesuai yang diinginkan. Warna akan berubah setelah diberi pewangi dan kembali seperti semula setelah dikentalkan dan busa menghilang. Tambahkan pewangi sesuai dengan selera yang dikehendaki. Sambil diaduk pelan tambahkan garam sampai kekentalan yang diinginkan. Dalam hal ini garam yang diberikan tidak harus sama persis dengan formula yang biasa dilakukan, karena pemberian garam sangat tergantung dari kadar bahan dan merk dari SLES, SLS, LABS, dan garam. HS/DS/YNI
