Jaga Produktivitas Tembakau, Petani Blitar Berlatih Pembuatan Pestisida Nabati

udin abay | Sabtu, 10 Desember 2022 , 19:23:00 WIB

Swadayaonline.com - Sebagai salah satu komoditas unggulan yang bernilai ekonomi tinggi, saat ini luasan tanaman tembakau nasional mencapai 101.800 hektare. Provinsi Jawa Timur menempati urutan pertama dengan produksi nasional sebanyak 136.069 ton, diikuti oleh provinsi Jawa Tengah dengan 55.549 ton sedangkan Nusa Tenggara Barat (NTB) menempati urutan ketiga dengan produksi mencapai 52.549 ton.      

Untuk mengatasi turunnya produktivitas tembakau, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) pembuatan pestisida nabati bagi petani. Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari Kecamatan Wlingi dan Talun.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, selalu menekankan jika tujuan dari pembangunan pertanian diantaranya adalah peningkatan produksi, peningkatan kualitas, meningkatkan intensitas pertanaman, serta berbudidaya yang ramah lingkungan dengan tujuan akhir mensejahterakan masyarakat. "Petani Indonesia tidak boleh tertinggal karena banyak inovasi teknologi dan mekanisasi yang dibuat untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” kata SYL.

Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Blitar, Lukas Supriyatno, mewakili Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar mengatakan bahwa bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas petani. Ia menekankan perlunya peserta untuk mengikuti kegiatan secara seksama sampai selesai agar dalam pelaksanaan kegiatan budidaya tembakau dapat meminimalisir kasus serangan hama dan penyakit.

Ia melanjutkan, bahwa untuk menekan residu pestisida pada produk akhir tembakau, mengurangi kasus keracunan pestisida kimia sintetis dan menjaga kesehatan para petani serta menghindari pencemaran lingkungan hidup, maka dirasa perlu melaksanakan bimtek pembuatan pestisida nabati untuk pencegahan dan pengendalian hama penyakit pada tembakau.

Hal ini seperti yang dikatakan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, salah satu faktor produksi pertanian adalah pengendalian OPT. OPT bisa menghilangkan hasil antara 10 – 100% bahkan hingga tidak bisa panen atau gagal panen.

“Dengan membuat pestisida sendiri, petani bisa menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas,” kata Dedi.

Sementara itu Juniawan sebagai widyaiswara dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan yang mengajar pada bimtek pembuatan pestisida nabati mengatakan, materi yang disampaikan adalah pengenalan aneka jenis tanaman yang dapat dijadikan sebagai bahan pestisida nabati, seperti daun mimba, sereh wangi, sereh hijau, daun dan buah bintaro, daun sirsak, daun srikaya dan lidah buaya.

"Manfaat yang diperoleh dari penggunaan aneka tanaman tersebut sangat banyak, misalnya mimba untuk mengendalikan 127 jenis hama berbadan lunak (ulat, belalang, kutu), sereh wangi sebagai pengendali kutu daun dan sebagai fungisida serta bakterisida, daun bintaro untuk mencegah pergantian kulit serangga, buah bintaro sebagai pengusir tikus, daun sirsak dan daun srikaya untuk mengendalikan hama pencucuk penghisap,” jelas Juniawan.

Bimtek yang sangat bermanfaat bagi keberlangsungan produksi tembakau ini memberi banyak manfaat bagi bagi petani yang mengikuti. Beberapa hal yang menjadi bahan diskusi menarik peserta adalah lama masa penyimpanan dari pestisidia nabati, perbedaan bahan yang dihaluskan, ditumbuk dan diblender, perbandingan jumlah air dan bahan, teknis aplikasi, kapan waktu yang tepat untuk aplikasi dan efek samping atau bahaya dari penggunaan pestisida nabati untuk manusia, tanaman dan lingkungan. JNIW/YNI