Tahun 2022, BBPP Ketindan Latih 489 Non Aparatur
udin abay | Selasa, 20 Desember 2022 , 17:57:00 WIB
Swadayaonline.com - Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan telah melaksakan kegiatan pelatihan bagi para Non Aparatur selama tahun 2022.
Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan bahwa kemajuan pertanian, bukan hanya ditentukan budidaya dan produksi, juga peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM pertanian melalui kegiatan pelatihan.
Hal ini berdasarkan sumber pembiayaan pelatihan yang terbagi menjadi tiga yakni dari DIPA, kerjasama dan Non DIPA. Sebagai berikut adalah pelatihan yang bersumber dari DIPA antara lain Pelatihan Pengolahan Hasil Cabai, Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh “Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim”, Agric Training Camp (ATC), Pelatihan Manajemen Kelembagaan Bagi Pengelola P4S (Blended Learning), Pelatihan Tematik Budidaya Bawang Merah Di Daerah Perbatasan (Kabupaten Malaka), Pelatihan Tanaman Obat Sebagai Pestisida, Pelatihan Tematik Budidaya Padi Daerah Perbatasan (Kabupaten Merauke), Bimbingan Teknis Budidaya dan Penanggulangan Hama Padi Desa Jogosatru, Pelatihan Tematik BNPT Budidaya Cabai di Kabupaten, Pelatihan Tematik BNPT Budidaya Jagung di Kabupaten Sumbawa. Peserta yang mengikuti pelatihan berasal dari wilayah kerja BBPP Ketindan yang tersebar di enam provinsi yakni Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Papua dan Papua Barat.
Sementara itu pelatihan yang bersumber dari kerjasama, antara lain Pelatihan Keterampilan Bisnis Kewirausahaan IPDMIP Angkatan III yang berasal dari sebaran wilayah irigasi dan Pelatihan Keterampilan Bisnis Kewirausahaan Magang IPDMIP Angkatan III. Peserta berasal dari Provinsi Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara.
Dan pelatihan bersumber dari Non DIPA adalah Bimbingan Teknis Pembuatan Video Bagi Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan (P4S) dengan jumlah peserta 29 orang berasal dari Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Bojonegoro, Nganjuk, Kediri, Tulungagung, Jombang, Pasuruan, Lumajang, Malang, Sampang, Probolinggo, Situbondo, Bangkalan dan Sidoarjo.
BBPP Ketindan selama tahun 2022 telah melatih sebanyak 489 dari unsur Non Aparatur dan diharapkan para alumni peserta dapat meningkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap serta dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diterima selama mengikuti pelatihan.
Salah satu kompetensi yang harus dimilki oleh SDM pertanian, meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang sesuai dengan komoditas pertanian yang diusahakan, peningkatan kompetensi tentang pengetahuan, keterampilan dan sikap dapat dilaksanakan melalui pelatihan. Pelatihan yang berdampak langsung kepada para pelaku utama pertanian adalah Pelatihan Non Aparatur.
Dalam arahannya, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi sering mengatakan, bahwa pengembangan SDM Pertanian diarahkan pada peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk membentuk kepribadian yang mandiri bagi SDM pertanian, khususnya petani.
“Jika ingin pertanian maju, majukan dahulu kualitas SDM. Karena SDM yang berkualitas bisa menghadirkan inovasi dan terobosan-terobosan teknologi yang dibutuhkan pertanian," tegas Dedi Nursyamsi.
Sebagai Kepala Balai, Sumardi Noor juga turut menegaskan bahwa SDM yang kompeten akan melahirkan generasi yang ikut sukses membangun Indonesia.
“Terutama dalam pembangunan SDM pertanian yang berakhlak dan selalu semangat seperti,” pungkas Sumardi. AGSW/YNI
