Adopsi Teknologi Smart Farming Melalui Short-Term Training for K-Smart Farm Project

udin abay | Minggu, 25 Desember 2022 , 19:44:00 WIB

Swadayaonline.com - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian (BBPP) Ketindan melalui UPT Pelatihan, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan mengawali kerjasama dalam proyek “Enhancing Millenial Farmers Income by Adopting K-Smart Farm Technologies in Indonesia” salah satunya melalui pelatihan singkat.

Short-Term Training for K-Smart Farm Project dilaksanakan pada 23/12/2022 yang diikuti oleh lima puluh (50) penyuluh dan petani milenial binaan penyuluh dari tiga kabupaten dan kota yakni Kabupaten Pasuruan dan Malang serta Kota Batu.  

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Sekretaris Badan PPSDMP, Siti Munifah, proyek peningkatan pendapatan petani milenial melalui adopsi teknologi K-Smart Farm di Indonesia dilaksanakan sebagai percontohan pengembangan teknologi bagi milenial. 

“Smart farming memungkinkan petani memiliki kendali yang lebih baik terhadap proses produksi, melalui pengelolaan pertanaman dan ternak secara efektif dan efisien,” kata Siti Munifah.

Ia menambahkan kerjasama yang tengah dijalin bersama, antara BPPSDMP dengan Ministry of Agriculture, Food, and Rural Affairs (MAFRA) c.q. Education Promotion and Information Service in Food, Agriculture, Forestry, and Fisher (EPIS) Korea Selatan ini dilaksanakan dalam rangka mewujudkan infrastruktur teknologi smart farming yang bisa diadopsi di Indonesia. Sebagai sarana pembelajaran bagi petani milenial untuk meningkatkan minat terjun di bidang pertanian. Apalagi pertanian merupakan sektor strategis yang bertahan dan pertumbuhannya sangat baik di tengah hantaman krisis akibat pandemic covid. 

“Kelak petani di Indonesia betul-betul bisa memanfaatkan dengan baik Internet of Things (IoT), robotic transplanter, robotic tractor,drone. Yang utama adalah sharing info dari negara-negara maju seperti K-Smart tentang hal apa saja yang bisa diadopsi,”imbuh Siti Munifah dihadapan seluruh peserta, Tim Expert dari Korea Selatan serta Tim K-Smart dari BBPP Ketindan. 

Sementara itu Kepala BBPP Ketindan, Sumardi Noor juga mengungkapkan dalam laporan penyelenggaraan pelatihan, bahwa kerjasama ini membutuhkan komitmen, inovasi, teknologi dan pemasaran yang sungguh-sungguh serta berkelanjutan dari seluruh insan pertanian khususnya petani milenial.

“Ketersediaan sumber daya manusia pertanian yang unggul merupakan hal terpenting dalam suksesnya pembangunan pertanian berbasis smart farming,”ujar Sumardi.

Ia berharap semua peserta dapat berlatih dengan sungguh-sungguh dan mengaplikasikan transfer ilmu dan teknologi yang didapat selama mengikuti kegiatan Short-Term Training for K-Smart Farm Project. 

“Pelatihan ini dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kegiatan pendampingan pasca pelatihan, dan memastikan implementasi dari peserta pelatihan demi tercapainya tujuan utama untuk menghasilkan usaha agribisnis modern berbasis smart farming,”pungkas Sumardi. SY/YNI