Cetak SDM Berkualitas, Desa Sindanghayu Ajak Anggota Poktan dan KWT Belajar di Lembang
udin abay | Senin, 02 Januari 2023 , 15:02:00 WIB
Swadayaonline.com - Torehan prestasi sektor pertanian, terutama pasca pandemi Covis-19, tidak dapat dilepaskan dari peran Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian. Oleh sebab itu, Kementerian Pertanian, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus berupaya meningkatkan kapasitas SDM pertanian dari berbagai lini.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), menegaskan bahwa kapasitas SDM pertanian menjadi salah satu fokus Kementan.
“Produktivitas kapasitas SDM pertanian ini demi terwujudnya ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan para petani tetap terjaga,” kata SYL pada suatu kesempatan.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, juga menyatakan, kunci keberhasilan kapasitas SDM pertanian adalah peningkatan produktivitas.
“Peningkatan produktivitas ada di tangan petani dan penyuluh. Karena itu kami siap untuk genjot produktivitas dengan mensupport program-program pertanian,” jelas Dedi.
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang turut mendukung terwujudnya SDM pertanian yang produktif dan berdaya saing. Melalui enam Standar Pelayanan Publik (SPP) yang dimiliki BBPP Lembang, satu diantaranya merupakan pelayanan kerjasama.
Kali ini, melalui kerjasama dengan Desa Sindanghayu, Kabupaten Cirebon, BBPP Lembang menerima kedatangan 59 orang anggota Kelompoktani (Poktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) pada Senin (26/12/22). Suasana pagi yang dingin berselimut awan, tidak menghalangi semangat rombongan untuk belajar pertanian.
Kepala BBPP Lembang, didampingi Koordinator Program dan Evaluasi, dan Sub Koordinator Program dan Kerjasama, menyambut kedatangan rombongan di Aula Catur Gatra. Sekretaris Desa, Maryono, mengawali kegiatan dengan menyampaikan maksud kedatangannya.
“Kami saat ini membawa anggota Poktan dan KWT untuk Bersama-sama belajar pertanian, terutama dengan teknologi yang lebih modern,” katanya.
Chesara Novatiano dan Sani Hanifah, Widyaiswara BBPP Lembang, menyampaikan materi budidaya jagung dan sistem hidroponik. Materi ini dipilih karena dapat menjadi salah satu alternatif bertani di lahan terbatas, seperti pekarangan rumah.
Setelah memperoleh materi di kelas, Widyaiswara mengajak peserta berkeliling Inkubator Usaha Tani (IUT) BBPP Lembang. Screen house aeroponik dan irigasi tetes menjadi tempat pertama yang dikunjungi peserta. Saat ini screen aeroponik tengah ditanami kentang G0. Sistem aeroponik merupakan salah satu metode budidaya dengan memanfaatkan semprotan larutan nutrisi dalam bentuk kabut. Peserta dapat melihat kentang yang menggantung pada akar tanaman.
Sementara pada screen irigasi tetes, peserta dapat melihat tomat beef, salah satu varian tomat dengan ukuran yang lebih besar dan padat. Warnanya yang cerah juga menjadi daya tarik dan mendapat pujian dari peserta. “Tomatnya bagus sekali, terlihat segar dan padat,” kata Uli, salah seorang peserta.
Peserta kemudian berpindah menuju lahan jagung. Didampingi petugas lapang, Dadan, peserta merasa tertarik dengan penjelasan yang diberikan. Mulai dari persiapan lahan hingga pasca panen. Beberapa peserta mengaku mendapat ilmu baru tentang budidaya jagung yang sebelumnya dianggap rumit dan memakan tenaga.
Ema, yang ditemui di sela-sela kunjungan, mengaku sangat senang dapat berkunjung ke BBPP Lembang. “Koleksi di sini sangat lengkap dan memberikan banyak inspirasi baru bagi kami, seperti tomat, jagung, dan juga tanaman hias yang nanti akan kami lihat,” ungkapnya. Ia kemudian melanjutkan perjalanan bersama rombongan melihat hidroponik dengan sistem DFT di Kawasan Rumah Pangan Lestari.
Screen tanaman hias, menjadi tempat terakhir yang dikunjungi peserta. Didampingi Widyaiswara, Ida Farida, peserta dijelaskan teknik budidaya kaktus dan sekulen, salah satunya dengan melakukan penyambungan. Selain melihat koleksi tanaman hias cantik, peserta juga dapat membelinya sebagai buah tangan. DRY/YKO
