NFA Bersama Bulog Genjot SPHP Pastikan Ketepatan Pendistribusian Beras

udin abay | Sabtu, 04 Februari 2023 , 08:18:00 WIB

Swadayaonline.com - Tekan lonjakan harga beras, Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) bersama Perum Bulog pastikan kedatangan dan ketersediaan beras untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) langsung di gudang PT Food Station Tjipinang Jaya (FS), Jumat, (3/2/2023), di Jakarta. Dalam kunjungan kerja tersebut Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk membanjiri seluruh pasar dengan beras Bulog.
 
 “Hari Senin lalu Saya bersama Mendag dan Dirut Bulog dipanggil Presiden, perintah Presiden agar mengisi seluruh pasar dengan Beras Bulog. Hari ini dibuktikan begitu bongkar kontainer kita langsung arahkan beras masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) lewat FS sebagai mitra dan operator Bulog dalam kegiatan SPHP beras,” ujarnya.
 
Menurut Arief, masuknya beras Bulog langsung ke gudang FS memangkas jalur distribusi. “Pak buwas menyiapkan 49 ribu ton itu sambil menunggu panen raya akhir bulan februari, maret, April sehingga semua ini didistribusikan seindonesia. karena pak buwas ini merencanakan datengnya 49 ribu ton ini gak satu titik tapi ada beberapa port supaya mempercepat bongkar dan distribusi. Jadi cepat-cepat dihabiskan agar siap-siap merencanakan untuk offtake.”
 
Saat ini, FS memiliki stok beras di gudang sebanyak 14 ribu ton, secara bertahap stok beras FS akan terus ditingkatkan untuk menjaga pasokan ke PIBC sesuai kebutuhan per hari sebanyak 30 ribu ton. “Kita tingkatkan secara bertahap stok di FS, saat ini yang sedang dibongkar 10 ribu ton. Beras yang datang ini kualitas premium, sudah kita uji kadar airnya 13,5 persen, artinya ini beras yang sangat bagus, namun nanti tetap kita salurkan dengan harga beras medium sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujarnya.
            
Direktur Utama FS Pamrihadi Wiraryo juga mengatakan, “Beras impor kita adalah premium, ini beras premium beras baru ini semua berasal dari Thailand, dari Pakistan, dari Vietnam yang kita datangkan semuanya sama. Ini beras baru kualitas nya premium tetapi kita salurkan tetep dengan harga Rp 8.300  per kg, jadi saya punya 500 ribu ton dan ini saya sebarkan dan beras ini milik pemerintah sesuai dengan perintah pak presiden.”
 
Terkait rencana penyerapan, ia mengatakan, akan melakukan penyerapan sesuai penugasan NFA sebanyak 2,4 juta ton. Melalui target tersebut diharapkan stok Cadangan beras Pemerintah (CBP) pada tahun 2023 mencukupi, sehingga tidak ada lagi importasi beras.
 
“Beras 500 ribu ton premium ini mudah-mudahan bisa abis dalam relatif singkat untuk kebutuhan persiapan puasa lebaran, jadi masyarakat tidak usah takut. jadi kita sudah menyiapkan serapan dalam negri dalam proses panen raya nanti maret.” Paparnya
 
“Bulog sudah ditugaskan badan pangan nasional menyerap beras nanti kalo ada panen kita ambil, jadi yang pertama diambil itu oleh penggilingan-penggilingan yang kosong. Jadi awal-awal panen ini diserap oleh para penggiling-penggilingan. Jadi tugas bulog adalah jadi offtaker jadi kita ambil sebanyak mungkin sesuai dengan target dan ini sudah menjadi target kita dan sudah kita masukan kedalam RKAP kita.” Ujarnya
 
Menurut Pamrihadi, dalam rangka menjaga kesesuaian harga, ratusan pedagang di PIBC sudah membuat surat pernyataan tidak boleh menjual beras SPHP di atas Rp 8.900 per kg.
 
Ia menjelaskan, berdasarkan data informasi Pangan Jakarta (IPJ) maupun website FS, pada seminggu yang lalu beras medium berada di angka Rp 10.375 per kg, ia menambahkan, setiap hari terjadi penurunan Rp 25 per kg. “Seminggu yang lalu beras medium itu diangka Rp 10.375 per kg. setiap hari terjadi penurunan Rp 25 per kg, hari ini terjadi penurunan sehingga harga nya sudah Rp 10.225 per kg. target kita untuk beberapa minggu kedepan harga medium akan Kembali kenormal dibawah 9 ribuan sehingga masyarakat akan bisa membeli maksimal Rp 9.450 per kg.”
 
“Kami yang ada di pasar induk beras cipinang sudah membuat surat pernyataan bahwasannya tidak boleh menjual dengan harga diatas Rp 8.900 per kg. yang kedua memiliki down line atau pasar turunan yang menjual harga Rp 9.300 per kg dan beras tidak boleh dioplos. Karena beras ini kualitasnya premium tetapi kita jual dengan harga medium.” Tegasnya. DN