Low Cost Precision Farming, Strategi Kementan Dongkrak Kualitas Pertanian
udin abay | Jum'at, 17 Februari 2023 , 16:32:00 WIB
Swadayaonline.com - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo terus mendorong petani untuk siap menghadapi berbagai tantangan. Krisis iklim global dan kecepatan perkembangan teknologi menjadi dorongan bagi Kementan untuk terus berinovasi.
Hal tersebut disampaikan oleh Mentan saat membuka kegiatan Training of Trainer (ToT) bertajuk Low Cost Precision Farming. Bertempat di Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung, ToT dibuka pada Sabtu (11/02/2023).
"Pertanian harus menjadi kekuatan bangsa ini dalam menghadapi tantangan krisis pangan dunia, perubahan iklim, dan konflik antarnegara. Apa yang kita lakukan ini untuk mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara besar tidak perlu ragu karena ada pertanian dan jajaran keluarga besar petani yang siap menjadi penyangga bangsa ini," tegas ungkap pria yang akrab disapa SYL ini.
Ia menambahkan, petani harus dapat mandiri.
Presiden Joko Widodo juga tengah mengembangkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bertujuan untuk memperkuat usaha tani. Disampaikan SYL, sistem permodalan KUR memiliki bunga yang sangat rendah dan dapat diakses oleh seluruh kalangan, terutama anak muda yang ingin melakukan usaha.
Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan “Tujuan dari traning ini adalah untuk menguatkan implementasi program utama Kementerian Pertanian yaitu digitalisasi pertanian khususnya presisi farming dan mampu mendongkrak perbaikan kualitas produk pertanian kita serta menjamin kontinuitas pertanian melalui inovasi teknologi yang relatif murah dan sederhana”.
Sebagai bagian dari BPPSDMP, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang turut menyukseskan ToT kedua di tahun 2023 ini.
Menjadi penanggung jawab di wilayah Jawa Barat, BBPP Lembang mengajak seluruh penyuluh, widyaiswara, dosen, dan guru, untuk mengikuti ToT tersebut. Pendaftaran pelatihan dilakukan secara online dan terintegrasi di laman latihanonline.pertanian.go.id.
ToT dilaksanakan selama tiga hari pada 11-13 Februari 2023. Tercatat tidak kurang dari 1.578 peserta asal Jawa Barat terdaftar mengikuti pelatihan secara online via Zoom Meeting dan pembelajaran melalui Learning Management System (LMS).
Widyaiswara dan penyuluh Kabupaten Bandung Barat turut menyaksikan bersama prosesi pembukaan Training of Trainers oleh Mentan di ruang kelas krisan V BBPP Lembang sebagai titik kumpul.
Pertanian presisi kini menjadi salah satu sistem yang tengah digalakkan Kementerian Pertanian. Ini merupakan sistem pertanian terpadu berbasis pada informasi dan produksi guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan profitabilitas produksi pertanian dari hulu ke hilir. Melalui pertanian presisi, seluruh proses mulai dari mengolah tanah hingga panen dilakukan dengan bantuan perangkat teknologi digital. Tentu sistem ini sangat mempermudah dan mempercepat proses budidaya.
BPPSDMP meyakini kekuatan pertanian ada pada SDM-nya. SDM yang kuat dapat mmeningkatkan lebih dari 50% produktivitas pertanian. Oleh sebab itu, berbagai pelatihan dilaksanakan guna meningkatkan kompetensi dan profesionalisme insan pertanian. Terutama bagi widyaiswara, guru, dosen, dan penyuluh sebagai garda terdepan dalam diseminasi ilmu pertanian. (DRY/YKO)
