Kementan Cetak Penyuluh Unggul Berdaya Saing Lewat Pelatihan Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli

udin abay | Rabu, 08 Maret 2023 , 11:27:00 WIB

Swadayaonline.com - Dalam rangka mendukung pembangunan pertanian, Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan kapasitas penyuluh sebagai pelaku utama dalam membimbing dan melakukan pendampingan bagi petani.

Kementan optimis sumber daya manusia (SDM) pertanian yang berkualitas menjadi kunci utama keberhasilan sektor pertanian. Melalui program-program utamanya, diharapkan dapat mencetak SDM yang unggul dan berdaya saing sehingga mampu mendokrak produktivitas.

Mentan Syahrul menekankan, penguatan SDM ini wajib masuk dalam program prioritas Kementan yang dilakukan terintegrasi. Pemerintah melalui Kementan juga memiliki komitmen yang kuat dalam mendorong kesejahterakan petani sebagai pelaku utama produsen pangan. "Keberhasilan pembangunan pertanian Indonesia terletak pada kekuatan para petani kita. Karena itu, kesejahteraan mereka merupakan salah satu tujuan dari program kita " katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan hal senada. "Pembangunan pertanian tidak akan lepas dari produktivitas Pertanian kita dan inovasi teknologi, kearifan lokal dan lainnya," tukasnya. Lebih lanjut Ia juga menekankan "peningkatan produktivitas paling besar adalah SDM Pertanian. Percuma punya teknologi yang hitech kalau SDM nya memble".

Sebagai bagian dari BPPSDMP, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menjadi eksekutor program Kementan, terutama dalam peningkatan kapasitas SDM pertanian. Salah satunya yakni melalui Pelatihan Dasar Fungsional bagi Penyuluh Pertanian Ahli.

Diselenggarakan pada 13 Februari hingga 6 Maret 2023, tidak kurang dari 30 orang PNS penyuluh pertanian ahli mengikuti pelatihan di BBPP Lembang. Adapun peserta berasal dari empat provinsi wilayah binaan BBPP Lembang antara lain: Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Maluku.

Selama 21 hari efektif berlatih, peserta memperoleh materi di kelas dengan praktik dan ujian tertulis. Adapun materi yang diperoleh peserta terdiri dari: Dasar-Dasar Penyuluhan Pertanian, Pendidikan Orang Dewasa (POD), Komunikasi dalam Penyuluhan Pertanian, Ketenagaan Penyuluhan Pertanian, Identifikasi Potensi Wilayah dan Agroekosistem, Programa Penyuluhan Pertanian, Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP), Materi Penyuluhan Pertanian, Metode Penyuluhan Pertanian, Penumbuhan & Pengembangan Kelembagaan Petani dan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP), Evaluasi Pelaksanaan dan Dampak Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Serta Pelaporan, Pengembangan Profesi Penyuluh Pertanian, dan Pengembangan Data & Informasi Berbasis Internet.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) dan Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan), beserta Kepala BBPP Lembang turut hadir menjadi fasilitator menyampaikan materi Kebijakan Pembangunan Pertanian dan Motivasi Berprestasi. Fasilitator lainnya berasal dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat dan Widyaiswara BBPP Lembang.

Setelah mendapat materi secara klasikal, peserta menjalani praktik kompetensi di BPP Kecamatan Parongpong, BPP Kecamatan Cisarua, BPP Kecamatan Ngamprah, dan BPP Kecamatan Padalarang.

Praktik kompetensi yang dilakukan merupakan implementasi dari materi Identifikasi Potensi Wilayah dan Agroekosiste, Penyusunan Programa Penyuluhan, Penyusunan RKTP, Penyiapan Materi, Media, dan Metode Penyuluhan Melaksanakan Penyuluhan Pertanian, serta Evaluasi Pelaksanaan. Melalui praktik kompetensi ini diharapkan peserta mampu menyusun program penyuluhan mulai dari proses identifikasi hingga eksekusi penyuluhan kepada petani di wilayah tersebut hingga melakukan evaluasi terhadap penyuluhan yang telah dilakukan.

Di penghujung pelatihan, Ibhan Sobri, peserta asal Jepara, Jawa Tengah, menyampaikan kesannya. Diakui Ibham pelatihan selama 21 hari ini menyimpan kesaan tersendiri bagi Ia dan teman-teman lainnya. “Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami. Kami sangat puas dengan pelatihan dan pelayanan yang diberikan BBPP Lembang,” ungkapnya. Ia juga menyatakan Widyaiswara yang terlibat telah menyampaikan materi dengan baik dan mudah dipahami. (DRY/YKO)