Perkuat Pertanian Berkelanjutan, Scalling Up CSA Diperluas
udin abay | Kamis, 16 Maret 2023 , 13:10:00 WIB
Swadayaonline.com - Kementrian Pertanian melalui Pusat Penyuluhan Pertanian telah memasifkan inovasi dan teknologiClimate Smart Agriculture (CSA) yang ramah lingkungan. Teknologi tersebut telah terbukti dapat meningkatkan produksi, produktivitas, mengurangi Emisi Gas rumah Kaca (GRK), mengurangi biaya produksi, meningkatkan pendapatan, maupun meningkatkan keuntungan. Oleh karena itu kegiatan scaling up perlu diterapkan diberbagai wilayah Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) termasuk di Desa Kertanegara, Jenggawah, di Kabupaten Jember.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, tujuan utama SIMURP sendiri adalah meningkatkan Intensitas Pertanian (IP), dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani terutama di daerah irigasi atau daerah rawa lokasi SIMURP. Dirinya menghimbau untuk menerapkan pertanian ceradas iklim, memelihara bumi dari fenomena perubahan iklim yang terjadi saat ini.
Sementara, Kepala Badan PPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa teknologi CSA sangat penting unuk menghadapi perubahan iklim ekstrem dan serangan hama penyakit tanaman di berbagi wilayah. “Climate Smart Agriculture atau Pertanian Cerdas Iklim dapat menyelamatkan produksi pertanian kita,” tegasnya.
“Apalagi dengan adanya dampak perubahan iklim yang saat ini semakin ekstrem, seperti cuaca yang tidak menentu akibat kekeringan, hujan dengan curah tinggi serta terus menerus yang mengakibatkan banjir, ledakan hama dan penyakit bisa menyebabkan gagal panen,” katanya lagi.
Recana Scaling up tersebut dibenarkan oleh Yulia, petugas dari Pusat Penyuluhan Pertanian yang melakukan kegiatan pembinaan pada tanggal 15 Maret 2023 di lokasi yang akan dipakai untuk penerapan scaling up. Luas lahan yang akan dipakai seluas 50 ha.
Menurut Yunita selaku penyuluh pendamping, rencananya scalingup rencananya 25 ha berada di desa Kertanegara dan 25 ha di desa kemuning sari kidul. Untuk LL nya masing masing desa tersebut ada 1 ha, sehingga SLnya masing masing desa ada 24 ha.
Dalam SL ada 5 kali pertemuan. Rencananya kamis tanggal 16 Maret 2023 akan dilaksanakan rembug tani dengan mengundang masing masing desa tersebut sebanyak 25 orang. Lebih lanjut Yunita menyampaikan SL akan dilaksanakan di saung tani tanggal 18 maret 2023. Saung tersebut dibangun oleh HIPA dan kelompok tani. Lokasinya masuk DI Talang, HIPA Tirta Jaya dan Mergo mulyo, sementara kelompoktaninya Kertosantoso dan Mergomulyo. Rencana benihnya benih 32.
Materinya pada SL tanggal 18 Maret tersebut pembuatan pupuk organic dan seleksi benih. Dari 25 ha dalam satu desa, 1ha dipakai untuk LL Rencananya mendapat bantuan 25 kgbenih pupuk organik dan akan dipasang Rumah Burung Hantu. Sementara yang 24 ha untuk SL, akan dibagi 25 kg benih/ha dan 5 kw organik plus.Semoga scaling up bisa berjalan lancar dan sukses, ungkapnya dalam mengakhiri pembicaraan. YTS/SIMURP
