Gelar Rembug dengan Stakeholder Pangan Nasional, NFA Pastikan Pangan Bulan Puasa dan Idul Fitri Aman
udin abay | Senin, 27 Maret 2023 , 22:42:00 WIB
Swadayaonline.com - Badan Pangan Nasional / National Food Agency (NFA) menggelar Forum Rembug Pangan Nasional pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dalam rangka membangun diskusi dan menjaring aspirasi serta masukan untuk menjaga kesiapan stok dan stabilitas harga komoditas pangan pokok pada bulan puasa dan Idul Fitri. Pertemuan tersebut sekaligus memperkuat sinergitas mendorong penguatan ekosistem pangan nasional ke depan, dengan perwakilan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, Satgas Pangan Polri, serta Asosiasi dan Pelaku Usaha Pangan dari setiap komoditas.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, kita harus pastikan stok pangan pada HBKN ini tersedia dengan harga yang baik dan seimbang di tingkat produsen, pedagang, dan konsumen,” ujar Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi pada pertemuan tersebut di Kantor NFA, Jakarta, Senin, (27/3/2023).
“Berbagai masukan kita terima, sehingga kita bisa siapkan strategi dan mitigasinya sejak awal. Tidak hanya untuk persiapan selama puasa dan Idul Fitri, tetapi juga setelah itu untuk penguatan ekosistem pangan nasional kedepannya,” tambahnya.
Arief juga menegaskan pentingnya ketersediaan fasilitas rantai dingin untuk memperpanjang umur simpan pangan dalam menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga pangan dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan. Menurutnya, management stock menjadi salah satu tantangan yang dihadapi dalam pembangunan rantai dingin tersebut agar indeks ketahan pangan menjadi lebih baik.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, kami pastikan stok pangan untuk lebaran semuanya cukup. Hal tersebut dilakukan melalui optimalisasi stok dalam negeri, penugasan pengadaan oleh BUMN Pangan, serta fasilitasi pendistribusian dan optimalisasi fasilitas penyimpanan atau rantai dingin. Berdasarkan pendataan dan pemantauan NFA di lapangan serta paparan dari stakeholder, dipastikan semua stok pangan pokok untuk HBKN mencukupi,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, perwakilan Satgas Pangan Polri Kombes Hermawan mengatakan, monitoring dan deteksi dini ketersediaan dan kenaikan harga pangan sangat penting selama HBKN puasa dan lebaran. Ia memastikan, Satgas Pangan siap terlibat aktif dalam berbagai program stabilisasi harga, seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) serta menjalin kordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk mobilisasi komoditas pangan dari daerah surplus ke daerah defisit. Menurutnya, Satgas Pangan serta Satgas Pangan Daerah secara konsisten melakukan pengawasan khususnya terhadap bahan pangan pokok yang mengalami kenaikan harga secara terus menerus.
Juwari, Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) mengatakan, keberadaan cold storage sangat penting untuk menyimpan bawang merah dan dikeluarkan di bulan-bulan defisit. Dengan adanya cold storage bisa mengurangi penyusutan sebanyak 5 persen.
Dalam perhitungannya, ketersediaan bawang merah untuk memenuhi permintaan puasa dan Idul Fitri dipastikan aman. Adapun mengenai penguatan ekosistem pangan, ia menekankan pentingnya peningkatan sarana rantai dingin cold storage di sentra produksi, sehingga mendukung peningkatan ketersediaan dan stabilitas harga produk bawang merah.
Sedangkan, Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid menjelaskan, ketersediaan cabai aman dengan harga normal pada HBKN puasa dan lebaran ini, khususnya untuk jenis cabai rawit merah.
Terkait telur dan daging ayam, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), Muchlis Wahyudi mengatakan, produksi telur saat ini cukup baik sehingga ketersediaan telur ayam pada HBKN aman dan mencukupi. Ia menyampaikan, bahwa setelah lebaran harga telur diprediksi akan berangsur turun.
Pinsar juga mendukung agar program bantuan pangan non tunai serta program bantuan pangan untuk pencegahan stunting segera direalisasikan Pemerintah, sehingga dapat membantu tingkat serapan telur dan daging ayam di peternak.
Untuk ketersediaan komoditas daging, Ketua Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi), Suhandri mengharapakan dukungan pemerintah melalui operasi pasar dirasa sangat penting demi menjaga harga daging di tingkat konsumen, dan dengan mengamankan stok di 3 (tiga) wilayah yang menjadi barometer harga, yaitu DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat menjadi kunci ketersediaan komoditas daging.
Pada komoditas gula, ketersediaan gula nasional dikatakan cukup oleh Dwi Purnomo Putranto, Sekretaris Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI). AGI turut mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produksi gula nasional agar konsumsi gula bisa dipasok dari industri gula dalam negeri. NS
