Perkuat Peran Petani, Kementan Bangun Korporasi Petani di Kawasan Rebana Metropolitan

udin abay | Kamis, 13 April 2023 , 10:26:00 WIB

Melalui Peraturan Presiden Presiden Nomor 87 Tahun 2021, Kementerian Pertanian mendapatkan penugasan untuk pengembangan kawasan agribisnis berbasis korporasi petani di 7 kabupaten Kawasan Rebana dan 6 kabupaten kawasan Jawa Barat Selatan. Menindaklanjuti amanat tersebut, saat ini Kementan berfokus di Kabupaten Kuningan, Sumedang, dan Ciamis, yang merupakan wilayah Program IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program).

​​Swadayaonline.com - Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai salah satu UPT Pelatihan di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menyelenggarakan Pelatihan Korporasi Mendukung Pengembangan Kawasan Metropolitan Rebana di lokasi program IPDMIP. Pelatihan yang dilaksanakan selama 2 hari pada 29-30 Maret 2023 ini diikuti oleh 30 orang petani di wilayah Ciamis yang sudah membentuk korporasi petani.

Disampaikan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, “pertanian dimulai dengan mencetak SDM yang profesional mandiri, berdaya saing, dan berjiwa wirausaha. Hilir dari semua upaya itu adlaah peningkatan kesejahteraan petani”. Petani, imbuh Ajat, dihimbau agar terus bergerak mulai dari hulu hingga hilir. “Petani harus mampu menentukan komoditas unggulan dan menerapkan teknologi informasi termasuk smart farming. Untuk memperkuat hal tersebut diperlukan adanya korporasi petani agar peran petani semakin optimal,” tuturnya.

Fasilitator yang merupakan Widyaiswara BBPP Lembang menyampaikan materi tentang Penumbuhan dan Pengembangan Kelompok Tani, Penumbuhan dan Pengembangan Gabungan Kelompok Tani, dan Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani. Untuk memperkaya pengalaman dan memotivasi peserta, ketua kelompok tani yang telah sukses di bidangnya berkesempatan membagikan success story kepada para peserta.

Korporasi Petani merupakan salah satu terobosan yang dilakukan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Melalui pola ini Kementan berupaya melakukan peningkatan produksi sekaligus mendoromg ekspor sesuai potensi di wilayah masing-masing. “Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan sarana dan prasarana produksi, tapi juga fasilitas permodalan dana KUR. Melalui KUR, petani yang tergabung dalam korporasi menjadi lebih maju, mandiri, dan modern,” pungkas Mentan.

BPPSDMP sebagai Eseslon I yang berfokus pada peningkatan kapasitas SDM pertanian turut mendukung program tersebut. Disampaikan Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, korporasi petani merupakan suatu kesatuan badan usaha yang dibentuk dari, oleh dan untuk petani dalam upaya merestorasi jiwa gotong royong petani. Usaha korporasi petani juga merupakan basis untuk mendukung usaha tani. Sejalan dengan hal tersebut, Dedi juga menjelaskan upaya penting yang harus dilakukan saat ini adalah meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM pertanian. DRY/YKO