BPPSDMP Kementan Gaungkan Program SL Genta Organik di Pulau Dewata

udin abay | Senin, 17 April 2023 , 13:43:00 WIB

Swadayaonline.com - Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melanjutkan keberlajutan dari hasil kegiatan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Tahun 2023 yaitu dengan Program Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik).

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas hasil pertanian di Indonesia adalah ketersediaan dan kecukupan pupuk anorganik.

"Sampai saat ini, untuk memenuhi ketersediaan dan kecukupan pupuk organik sangat sulit dan mahal karena beberapa bahan bakunya masih tergantung impor dari negara lain," kata Menteri Syahrul. 

Melalui kegiatan Genta Organik ini Kementerian Pertanian akan membangun 1.000 titik demplot pembuatan pupuk organik, pupuk hayati, dan atau pembenah tanah serta implementasinya di seluruh Indonesia melalui pengembangan model penyuluhan, pelatihan, dan pendidikan.

Seperti diketahui bahwa di antara tempat bahan baku maupun produksi pupuk adalah Rusia dan Ukraina yang sedang berperang. Sebab itu, Kementan, mendorong para petani menggunakan pupuk organik dan hayati secara mandiri dan masif. Gerakan ini tidak berarti meninggalkan penggunaan pupuk anorganik sepenuhnya, melainkan boleh menggunakan pupuk kimia dengan ketentuan tidak berlebihan atau menggunakan konsep pemupukan berimbang.

Mentan berharap melalui Genta Organik, kebutuhan pangan tetap terjaga dan berkontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi, penghasil devisa negara, sumber pendapatan utama rumah tangga petani, dan penyedia lapangan kerja. 
Menyikapi mahalnya harga pupuk anorganik tersebut, Kementerian Pertanian melakukan antisipasi agar ketersediaan pangan aman dengan mendorong petani menggunakan pupuk organik secara masif. 

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, pihaknya akan membangun 1.020 titik demplot pembuatan pupuk organik, pupuk hayati, pembenah tanah, dan pestisida alami.

"Ini akan menjadi tempat pembelajaran petani dalam mengembangkan sistem produksi pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami, sehingga dapat mengimplementasikan dan menerapkannya secara mandiri di lahan usaha taninya," tutur dia. 

Kabupaten Gianyar salah satu kabupaten di Pulau Dewata yang mendapatkan program kegiatan SL Genta Organik tepatnya di BPP Gianyar. Ada 10 Kelompok tani yang berasal dari Desa Temesi dan Desa Sidan. Kegiatan SL Genta Organik diawali dengan kegiatan Sosialisasi di lokasi kegiatan yaitu di BPP Gianyar. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Propinsi Bali, dari BPSIP Propinsi Bali; dari Dinas Kabupaten Gianyar;  dari BBPP Ketindan; Camat Gianyar; Kepala Desa Temesi dan Sidan;  BABINKAMTIBMAS dan BABINSA serta Koordinator BPP Gianyar beserta Penyuluh selaku Pendamping dan Fasilitator kegiatan SL Genta Organik.

Pada acara sosialisasi SL Genta Organik Djoko Sumianto selaku Widyaiswara BBPP Ketindan menyampaikan tahapan pelaksanaan kegiatan SL Genta Organik yakni dimulai dari kegiatan awal yaitu sosialisasi, kemudian rembug tani, pelaksanaan pembelajaran, pembuatan pupuk organik dan pupuk hayati/ pembenah tanah/ pestisida alami, dilanjutkan implementasi di kelompok tani, dan diakhiri dengan FFD pada Agustus mendatang. Diharapkan output dari kegiatan ini adalah meningkatnya kapasitas petani yang menerapkan inovasi teknologi pertanian berbasis pertanian organik. DS/YNI