Widyaiswara Tularkan Semangat Penerapan Smart Farming kepada Penyuluh Pertanian
udin abay | Rabu, 10 Mei 2023 , 21:03:00 WIB
Salah satu Standar Pelayanan Publik Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang adalah kegiatan kerjasama pemanfaatan ketenagaan. Kerjasama ini berlangsung saat ada kebutuhan dari instansi mitra kerjasama akan narasumber untuk mengisi materi di kegiatan yang dilaksanakannya. Widyaiswara BBPP Lembang diundang dan ditugaskan oleh Kepala Balai untuk mengisi materi sebagai fasilitator kegiatan sesuai spesialisasi keahlian masing-masing.
Swadayaonline.com - Salah satu instansi yang bekerjasama dengan BBPP Lembang adalah Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor. Ini dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan penyuluhan pertanian untuk peningkatan kapasitas kelembagaan di kecamatan dan desa wilayah Kabupaten Bogor. Kegiatannya adalah Diseminasi Pertanian Presisi yang dilaksanakan selama 3 hari mulai 2 – 4 Mei 2023 di Hotel Panorama Lembang. Peserta yang mengikuti sebanyak 30 orang penyuluh pertanian di wilayah Kabupaten Bogor.
Keempat widyaiswara BBPP Lembang, Sani Hanifah, Fiadini Putri, Toni Nugraha, dan Chesara Novatiano mengajar untuk 3 materi yaitu Grand Design Pembangunan Pertanian 4.0 Kementerian Pertanian, Modernisasi Pertanian, dan Pertanian Presisi (Smart Farming) pada hari Selasa (2/5/2023).
Kementerian Pertanian terus menggaungkan pentingnya penerapan smart farming untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sektor pertanian dalam menghadapi tantangan masa depan. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, “Smart farming adalah solusi pasti bagi peningkatan nilai tambah produk pertanian sekaligus meningkatkan efisiensi sehingga perbaikan ekonomi dan peningkatan produksi bisa diwujudkan.”
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengungkapkan keberhasilan pembangunan pertanian tidak lepas dari peran semua pihak. “SDM Pertanian memberikan kontribusi besar dalam mendukung program pembangunan pertanian,” ungkap Dedi. Dirinya juga mengingatkan agar penerapan smart farming harus terus diupayakan. “Smart farming akan menggenjot produktivitas dan menekan ongkos produksi,”ucapnya.
Pada salah satu materi, widyaiswara mengungkapkan penerapan smart farming yang sudah dilakukan oleh BBPP Lembang di lahan praktik Inkubator Agribisnis. “Penerapan smart farming berbasis IoT (internet of things) di BBPP Lembang yaitu di screen house aeroponik pembibitan kentang kerjasama dengan Politeknik Negeri Jakarta. Kerjasama yang dimaksud adalah pemasangan sensor untuk mengukur suhu di bak nutrisi dan bak aeroponik serta sensor suhu dan kelembapan di dalam screen house,” ungkap Sani. Penerapan IoT juga diterapkan di lahan untuk mengukur suhu, kelembapan dan penyiraman tanaman secara otomatis.
Peserta tampak antusias mendengarkan pemaparan materi oleh widyaiswara. Tanya jawab antara penyuluh pertanian tentang pemanfaatan smart farming, proses diseminasi kepada petani binaan, dijawab dengan lugas oleh widyaiswara BBPP Lembang. Yoko/Che
