BPP Mojowarno Gelar Pelatihan SL Genta Organik

udin abay | Minggu, 04 Juni 2023 , 21:45:00 WIB

Swadayaonline.com – Pelatihan Sejuta Petani ke 13 juta dengan tema adaptasi dan mitigasi pertanian terhadap el nino telah usai dilaksanakan pada 23-25 Mei. Pelatihan ini dibuka secara langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. 

Diketahui, pelatihan ini merupakan pelatihan yang sudah dilakukan sejak empat tahun lalu melalui program sejuta petani milenial Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan. Dalam arahannya, SYL meminta pelatihan tersebut dapat dilakukan serentak di seluruh Indonesia serta membentuk gugus tugas el nino dan melakukan mitigasi adaptasi.

"Pelatihan-pelatihan petani dan PPL ini harus terorganisir dengan baik sehingga seluruh insan pertanian memiliki kemampuan mengantisipasi berbagai tantangan yang muncul akibat el nino," ujar SYL. 

Bertepatan dengan kegiatan SL Genta Organik ketiga di Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur tepatnya, di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mojowarno, seluruh petani dan penyuluh yang terlibat dalam SL juga langsung mengikuti pelatihan sejuta petani ke-13 juta. BPP Mojowarno merupakan BPP yang dipercaya dan ditunjuk sebagai tempat titik kumpul pada saat acara pembukaan dan saat Sapa Menteri Pertanian.

Mentan Syahrul juga meminta kepada jajarannya yang berada di lapangan untuk membantu para petani yang kesulitan dan meminta persiapan dari semua daerah di seluruh Indonesia untuk menghadapi El Nino.

“Semua pihak harus bergerak melakukan kolaborasi, adaptasi dan antisipasi terhadap berbagai tantangan yang ada. Termasuk dalam menghadapi cuaca ekstrim El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus mendatang”, tegas Mentan Syahrul.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan, El Nino merupakan fenomena alam yang tidak bisa dicegah dan dihindari. Meski begitu, El Nino harus tetap dihadapi dengan tenang, sabar, dan penuh semangat agar produksi petani tidak terlalu terdampak. 

“Fenomena El Nino pasti akan berdampak signifikan terhadap sektor pertanian, apalagi kalau kita tidak antisipasi, apalagi kalau kita tidak ada upaya-upaya untuk melakukan mitigasi dan adaptasi,” kata Dedi.

 Dedi mengatakan, El Nino wajib hukumnya diantisipasi dan dimitigasi. Caranya adalah petani, para praktisi pertanian, dan seluruh stakeholder pertanian harus mengerti dan memahami apa itu El Nino dan apa dampaknya terhadap sektor pertanian. Dengan mengerti dan memahami El Nino,  lanjut dia, sektor pertanian akan tetap berdiri tegar.

Selain itu, petani juga harus menanggulangi kekeringan dengan cara lain, diantaranya menggunakan arang atau biochar di lahan pertaniannya, karena biochar dapat menyimpan atau memegang air sebanyak 3-6 kali lipat dibandingkan dirinya sendiri. Lalu lakukan fertigasi atau pemberian pupuk dan air secara bersamaan untuk memenuhi kebutuhan air juga memenui kebutuhan pupuk. Kegiatan ini sesuai dengan Program Pelatihan SL Genta Organik yang saat ini sedang berjalan di beberapa wilayah salah satunya Kabupaten Jombang tepatnya di BPP Mojowarno.

Pada saat sambutan oleh Menteri Pertanian, BPP Mojowarno yang ditunjuk sebagai tempat titik temu dihadiri oleh 45 orang yang terdiri dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, 30 orang peserta pelatihan SL, 9 orang penyuluh pertanian BPP Mojowarno, 5 orang penyuluh pertanian Kabupaten Jombang, serta 1 orang widyaiswara BBPP Ketindan. Dengan penuh semangat  Plh. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Achmad Yusuf, memimpin yel-yel dan menyampaikan apresiasi serta dukungan terhadap Program Kementerian Pertanian pada saat Menteri menyapa BPP Mojowarno. DS/YNI