Kementan Asah Jiwa Wirausaha 40 Petani Milenial Bandung Barat
udin abay | Jum'at, 16 Juni 2023 , 09:12:00 WIB
Swadayaonline.com - Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melaksanakan pelatihan kewirausahaan bagi Angkatan 1 dan 2 di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan pertanian menjadi sektor yang memiliki peran penting, terutama di tengah berbagai krisis global. “Peran pertanian sangat penting, yaitu sebagai penyangga kecukupan pangan. Karenanya dibutuhkan lebih banyak peran petani milenial,” ujar pria kelahiran Makassar ini.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan “keberhasilan sektor pertanian tidak lepas dari peran petani milenial. Melalui berbagai program BPPSDMP berupaya meningkatkan kapasitas petani milenial yang unggul dan berdaya saing”. Ditambahkannya saat ini Kementan melalui BPPSDMP terus berusaha memenuhi target 2,5 juta petani milenial pada tahun 2024.
Pelatihan dilaksanakan pada 11-13 Juni 2023. Tujuannya adalah untuk menigkatkan kapasitas SDM pertanian khususnya petani milenial dalam berwirausaha. Seperti yang disampaikan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika. Disampaikan Ajat “petani milenial harus menjadi ikon pertanian masa kini. Harus memiliki penampilan yang oke, dan tentu pengetahuannya juga harus oke”. Ia berharap setelah dilatih seluruh peserta dapat menerapkan ilmu di lapangan.
Peserta adalah 16 orang petani milenial pada angkatan 1 dan 24 orang lainnya di angkatan 2. Peserta berasal dari Kabupaten Bandung Barat.
Selama tiga hari berlatih peserta memperoleh materi yang terdiri dari: Menumbuhkan Jiwa Wirausaha, Business Plan, Administrasi Keuangan, Strategi Pemasaran dan Digital Marketing, Kemitraan dan Negosiasi, dan Success Story.
Materi disampaikan oleh Widyaiswara dan Praktisi. Menumbuhkan Jiwa Wirausaha menjadi materi awal yang disampaikan guna memotivasi peserta dalam mengikuti pelatihan. Pada materi ini widyaiswara menyampaikan ciri seseorang berjiwa wirausaha antara lain: berinovasi, berani mengambil risiko, memiliki kemampuan manajerial, dan berjiwa kepemimpinan.
Toha, praktisi dari Politeknik Negeri Jakarta mengajak peserta praktik membuat sistem smart farming dengan Internet of Things (IoT). Dengan sistem ini petani dapat melakukan aktivitas bertani seperti penyiraman atau pemberian nutrisi dari jarak jauh. Tentu hal ini dapat mempermudah dan mempercepat kegiatan bertani, terutama bagi petani milenial yang kini identik dengan gadget.
Praktisi lainnya, Kurnia, Ketua P4S Tona’s Coffee membagikan kisahnya dari awal merintis bisnis kopi hingga sukses memanfaatkan kopi yang ditanamnya sendiri. Tidak hanya jual beli, Ia juga memberikan pelatihan dan turut mencetak generasi muda untuk berwirausaha tani yang andal.
Ditemui di sela-sela pelatihan, Wendi, peserta dari Desa Cibodas menyatakan pelatihan yang diikutinya sangat bermanfaat. Ia berharap dapat mengikuti pelatihan lainnya guna memperkaya ilmu dan pengalamannya di bidang pertanian. DRY/YKO
