Penyuluhan Pertanian Melalui Media Sosial

udin abay | Senin, 23 Juli 2018 , 10:51:00 WIB

Swadayaonline.com - Setelah beberapa waktu yang lalu BPTP Balitbangtan Jateng menyelenggarakan workshop sinkronisasi programa penyuluhan pertanian tingkat Provinsi Jateng dengan menghadirkan Penyuluh Pertanian tingkat kabupaten dari seluruh wilayah Jateng, selanjutnya di setiap kabupaten dilaksanakan roadshow workshop tematik bekerjasama dengan BPTP Balitbangtan Jateng yang dilaksanakan di tingkat kecamatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan  dalam rangka peningkatan kapasitas Penyuluh Pertanian guna percepatan transfer inovasi teknologi pertanian kepada masyarakat.

Pada tanggal 16-23 Juli 2018, Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Kendal menyelenggarakan workshop tematik untuk meningkatkan kapasitas Penyuluh Pertanian  kecamatan dengan tema Penyuluhan Pertanian Melalui Media Sosial (Medsos) dengan materi Pemupukan Hara Spesifik Lokasi (PHSL) bertempat di lima BPP kecamatan yaitu Brangsong, Pegandon, Singorojo, Weleri dan Patean. Setiap kegiatan workshop diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari PPL maupun THL-TBPP yang bertugas  di setiap kecamatan. Sebagai narasumber adalah Penyuluh BPTP Balitbangtan Jateng sekaligus sebagai Ketua Perhimpunan Penyuluh Pertanian (PERHIPTANI) Jateng dan KJF BPP setempat. 

Selain penyampaian dan pemahaman substansi PHSL dan kondisi pertanian wilayah setempat, strategi penyuluhan melalui media sosial menjadi materi utama dalam rangkaian workshop tersebut. Saat ini  medsos sudah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat dalam berinteraksi dengan  sesama sekaligus sebagai  untuk mengakses berbagai informasi terkini, sehingga semua informasi inovasi teknologi serta penerapan dan pengembangannya sangat relevan jika dikomunikasikan dan disebarluaskan melalui medsos.

BPTP Balitbangtan Jateng yang dapat dikatakan sebagai sumber rujukan dalam informasi inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi, melalui dua Penyuluh-nya Warsana dan Dedi Untung mengemas materi PHSL dalam berbagai medsos sebagai strategi penyuluhan yang kekinian untuk disampaikan dan diajarkan kepada peserta. Tidak hanya mengenalkan aplikasi PHSL yang sudah tersedia di Play Store, namun juga disinkronkan dengan materi KATAM TERPADU, PUTS dan PUTK yang merupakan inovasi Balitbangtan lainnya yang terkait dengan pemupukan. Pembuatan video tutorial, video dokumenter, dan video pendek menggunakan aplikasi yang sudah tersedia juga menjadi poin penting dalam rangkaian materi yang disampaikan. Karena visualisasi informasi dalam bentuk video dipandang masyarakat lebih menarik dari pada narasi dan gambar. Bagaimana semua informasi baik dalam bentuk komunikasi singkat, penjelasan dan pemaparan suatu inovasi, berbagai jenis video yang berhubungan dengan PHSL dan inovasi pemupukan lainnya, diunggah dalam berbagai media sosial menjadi topik menarik bagi semua peserta, disamping menumbuhkan kreatifitas juga memacu produktivitas dalam menginformasikan inovasi teknologi yang telah diterapkan dan dikembangkan serta permaslahan yang terjadi di lapangan sehingga terjadi komunikasi yang interaktif antar sesama penyuluh dan masyarakat umumnya. Hal yang tidak kalah penting lagi adalah memperbanyak pertemanan di berbagai medsos untuk memperluas jangkauan informasi.

Diskusi interaktif terjadi selama workshop, yang menunjukkan antusias peserta terhadap materi yang disampaikan. Tidak hanya PPL dan THL-TBPP, pada waktu bersamaan terdapat sejumlah mahasiswa KKN dari STPP Magelang yang juga mengikuti workshop di sela-sela kegiatan mereka di wilayah setempat. Banyak kreativitas dan ide dari mahasiswa yang notabene sudah selangkah ke depan dalam penggunaan medsos sebagai sarana penyebarluasan informasi, dan perlu pemahaman lebih terkait substansi yang dapat dibawa di dalam proses studi dan praktik di lapangan. PPL berharap agar ke depan, workshop atau training diadakan secara terjadwal secara konsisten dengan tema-tema yang lain sebagai bahan untuk Latihan dan Kunjungan (LAKU) di wilayah binaan mereka. SY/HMSL