Pelatihan Budidaya Sistem Tumpangsari: Tingkatkan Indeks Pertanaman dan Pendapatan Petani
udin abay | Minggu, 31 Desember 2023 , 21:16:00 WIB
Swadayaonline.com - Sebuah terobosan pertanian telah dilakukan di Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur dengan diselenggarakannya pelatihan budidaya sistem tumpangsari. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan. Diikuti oleh para petani setempat, pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan pertanian yang efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Peserta pelatihan, yang mayoritas adalah petani berpengalaman dari Kecamatan Garum, diundang untuk memahami dan mengadopsi konsep sistem tumpangsari. Metode tumpangsari ini mendorong penanaman berbagai jenis tanaman dalam satu lahan, menciptakan hubungan simbiosis yang saling menguntungkan antara tanaman. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan hasil pertanian, optimalisasi penggunaan lahan, dan memperkuat ketahanan ekosistem lingkungan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar, Wawan Widianto , dalam pernyataanya, menyampaikan visinya terhadap peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dan pendapatan petani di Kecamatan Garum, "Melalui pelatihan budidaya sistem tumpangsari ini, kita berharap dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian, mengurangi risiko kegagalan panen, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani”.
Ia menekankan bahwa penerapan sistem tumpangsari bukan hanya membawa manfaat langsung dalam bentuk hasil pertanian yang lebih baik, tetapi juga akan berdampak positif pada keberlanjutan pertanian dan ekosistem lingkungan.
"Kami berkomitmen untuk terus mendukung inovasi-inovasi seperti ini demi mencapai pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan di Kabupaten Blitar," tambahnya.
Nunung Nurhadi, Widyaiswara BBPP Ketindan mengungkapkan bahwa sistem tumpangsari merupakan pendekatan bijak dalam berbudidaya, di mana satu lahan dikelola dengan menanam berbagai jenis tanaman secara bersamaan. Konsep ini menggabungkan keberagaman tanaman dengan mempertimbangkan faktor-faktor krusial seperti kedalaman akar, potensi naungan, efektivitas penggunaan pupuk, pengairan, serta sinar matahari. Dengan memaksimalkan pemanfaatan ruang, tanaman yang saling melengkapi ditanam bersama untuk menciptakan ekosistem pertanian yang seimbang. Selain menghasilkan pertanian yang lebih produktif, pendekatan ini juga membantu mencegah erosi tanah dan menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Dengan tumpangsari, lahan pertanian bukan hanya menjadi tempat tumbuh tanaman, tetapi juga menjadi arena harmoni alam yang mendukung kehidupan tanaman secara optimal.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, inovasi diperlukan untuk menggenjot produktivitas.
"Harus ada inovasi untuk menggenjot produktivitas, sehingga kesejahteraan petani pun bisa ditingatkan. Dan ini menjadi tujuan pertanian, yaitu meningkatkan kesejahteraan petani, selain tentunya menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat," ujar Dedi.
Sangat diharapkan bahwa pelatihan budidaya sistem tumpangsari di Kecamatan Garum menciptakan momentum positif bagi pertanian lokal. Dengan dukungan penuh dari instansi terkait dan semangat para petani, diharapkan bahwa program ini akan menjadi contoh inspiratif bagi daerah-daerah lain, membawa pertanian Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan. NHD/YNI
