Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Lakukan Percepatan Program UPSUS di Kalsel
udin abay | Jum'at, 31 Mei 2024 , 10:39:00 WIB
Swadayaonline.com - Berbagai langkah-langkah strategis terus dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) guna meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian. Diantaranya melalui Program Upaya Khusus (UPSUS) Antisipasi Darurat Pangan.
Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman
mengatakan bahwa Program UPSUS Antisipasi Darurat Pangan terdiri dari tiga kegiatan yaitu optimasi lahan, pompanisasi dan tumpang sisip lahan perkebunan. Program ini selain untuk meningkatkan produktivitas nasional juga mewujudkan swasembada agar Indonesia menjadi lumbung pangan dunia, ujarnya.
Mentan Amran terus mendorong seluruh pihak untuk melakukan akselerasi dalam meningkatkan produksi dan produktivitas.
"Maka kita semua harus segera lakukan akselerasi bukan Menteri Pertanian saja", tegasnya.
Mendukung hal tersebut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi memberikan motivasi kepada insan pertanian untuk meningkatkan produksi dengan cara meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman.
“Kita harus bisa meningkatkan indeks tanam. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan optimasi lahan dengan adanya pekerjaan konstruksi pembuatan tabat serta pintu air dan juga pompanisasi,” tegas Dedi.
Mendukung pernyataan Mentan dan Kabadan PPSDMP, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan), Bustanul Arifin Caya melakukan langkah-langkah strategis dengan melakukan Rapat Roordinasi (Rakor) perkembangan optimasi lahan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Kamis (30/05/2024)
Rakor tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut, Faried Widyatmoko, tim dari Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) dan Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban).
Dalam sambutannya, selaku tuan rumah Faried Widyatmoko menyampaikan bahwa saat ini sudah sebagian besar masyarakat petani di Tanah Laut mulai menggunakan padi umur pendek. Sehingga lainnya mulai terpengaruh untuk ikut menggunakan.
"Diharapkan pertanaman pada musim Okmar sudah mencapai 18.000 Ha", ujarnya.
Sementara, Kapusluhtan Bustanul Arifin Caya menyampaikan pesan penting terkait dengan percepatan program optimasi lahan. Berdasarkan peringatan BMKG tentang ancaman kekeringan, maka diharapkan kegiatan optimasi lahan di percepat selagi kita masih ada sumber air, ungkapnya.
"Selain itu, kebutuhan masyarakat kita akan beras tidak pernah berkurang, maka itu bagaimana kita harus bisa mencukupinya", tegas Bustanul.
Tim dari Unlam selaku pelaksana Sistem Informasi Desa (SID) menyampaikan bahwa progres SID di Kabupaten Tanah Laut sudah mencapai 74%, dan untuk progress SI sudah 90%. Sisanya akan diselesaikan dalam waktu 2 minggu.
Sedangkan tim dari Poliban selaku pelaksana konstruksi menyampaikan bahwa pekerjaan konstruksi sudah mencapai 31,15%.
Menanggapi hal ini, Bustanul mengatakan bahwa mengingat kondisi darurat pangan, pelaksana SID (Unlam) dan konstruksi (Poliban) di Kabupaten Tanah Laut harus mempercepat pelaksanaan kegiatan.
"Sehingga penambahan realisasi luas tanam dari pelaksanaan oplah dan pompanisasi dapat tercapai sesuai target", tegas Bustanul.
Bustanul beserta tim juga meninjau lokasi normalisasi dan pintu air di Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut.
Diharapkan dengan adanya koordinasi ini, program optimasi lahan di Kabupaten Tanah Laut dapat berjalan dengan lancar dan mencapai target yang telah ditetapkan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di wilayah tersebut. PN/NF
