Percepat Regenerasi Petani, Kementan Latih Generasi Muda Beternak Ayam Petelur
udin abay | Jum'at, 26 Juli 2024 , 19:02:00 WIB
Swadayaonline.com - Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Beberapa tahun terakhir, sektor ini terus tumbuh dan bahkan tetap tumbuh positif saat sektor lain terpuruk di masa pandemi.
Namun, disisi lain sektor pertanian yang mampu bertahan saat pandemi ini terancam krisis regenerasi petani akibat kurangnya minat generasi muda untuk bekerja di sektor ini.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan pertanian merupakan sektor strategis penyedia pangan yang saat ini menghadapi krisis ketersediaan petani. "Regenerasi petani merupakan hal utama yang harus dipercepat dan menjadi fokus utama selain peningkatan produksi dan produktivitas," sebut Menteri Amran.
Sementara itu, Plt Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menambahkan bahwa Kementerian Pertanian ingin mengenalkan teknik pertanian modern untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
"Kami ingin memunculkan cara bertani modern, smart farming kepada anak muda pelaku pertanian dan pemahaman pertanian yang semakin luas bagi anak muda," ujar Dedi.
Dedi berharap dengan program tersebut bisa menghapus citra petani yang dianggap tidak keren di kalangan anak muda
Berdasarkan kondisi tersebut, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu sebagai salah satu UPT di bawah Badan PPSDMP, berupaya menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian, khususnya di sektor peternakan melalui Pelatihan Gratis Budidaya Ayam Petelur pada Rabu (24/07/24).
Berlokasi di BBPP Batu, Pelatihan di ikuti oleh 26 orang peserta yang terdiri dari unsur mahasiswa dan siswa SMK yang berasal dari Universitas Brawijaya Malang, Universitas Mataram, Institut Pertanian Bogor, Universitas Islam Negeri Malang, SMKN 1 Pujon dan dari SMK PP Kupang.
Peserta pelatihan merupakan mahasiswa dan siswa yang saat ini sedang melaksanakan Magang/Praktek Kerja Lapang di Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu yang berasal dari berbagai jurusan yang berbeda.
Iman Agus Sutanto, widyaiswara Divisi Unggas dan Aneka Ternak BBPP Batu yang merupakan salah satu pengajar pada pelatihan ini menyampaikan, Pelatihan ini didesain dengan 30% teori di kelas dan 70% praktek lapangan yang berlokasi di kandang ayam petelur BBPP Batu.
Pada materi inti, peserta di perkenalkan tentang persiapan kandang, jenis ayam petelur, pengenalan pakan dan pemeliharaan ayam dari usia satu hari sampai ayam di afkir.
Pada sesi praktek, peserta dibagi manjadi kelompok kecil yang akan mempraktekkan kegiatan harian yang dilakukan di kandang ayam petelur mulai pembuatan larutan desinfektan dan cara mengaplikasikannya, mempersiapkan dan memberikan pakan, melakukan pengecekan kandang, melakukan sanitasi hingga melakukan pemanenan telur.
Diharapkan dengan pelatihan ini, peserta akan termotivasi untuk berwirausaha khususnya di bidang perunggasan setelah mereka lulus dari bangku pendidikan nantinya.
Terpisah, Kepala BBPP Batu Roby Darmawan menyampaikan, bahwa Mahasiswa dan pelajar yang magang/PKL di BBPP Batu harus mendapatkan ilmu dan juga keterampilan dalam bidang peternakan, agar setelah selesai magang/PKL pengetahuan dan skill mereka akan semakin meningkat.
“Tentunya kegiatan magang/PKL perlu terus dilakukan dan terus ditingkatkan agar BBPP Batu turut serta mencetak mahasiswa/pelajar yang baik dan berkualitas di bidang peternakan” tutur Roby. IM/BBPP BATU
