Peternak, Industri, Asosiasi, dan Pemkot Bogor Tegaskan Komitmen Turunkan Stunting
udin abay | Minggu, 28 Juli 2024 , 15:48:00 WIB
Swadayaonline.com - Minggu (28/7) bertempat di Kawasan Ekowisata Situgede Kota Bogor, dilaksanakan puncak acara Festival Ayam dan Telur (FAT) 2024. FAT merupakan kegiatan rutin dalam bantuk kampanye dan edukasi gizi yang dilaksanakan Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI). Dalam sambutan sebagai penyelenggara FAT Dr. Widiyanto Dwi Surya yang juga Direktur PT. Permata Kreasi Media menyampaikan ”FAT merupakan program kampanye gizi yang dilakukan oleh stakeholder industri perunggasan nasional dalam payung FMPI yang sudah dilakukan sejak 2011 lalu. Dalam setiap kegiatannya, FAT selalu mengangkat isu – isu tentang pentingnya konsumsi daging ayam dan telur terutama bagi kesehatan dan kecerdasan anak bangsa. Ditahun 2024 ini Kota Bogor dipilih menjadi tempat pelaksanaan rangkaian kegiatan FAT. Mengangkat tema ”Daging Ayam dan Telur, Teman PenTING (Pencegah Stunting)” papar Widi.
Kompleksnya dampak akibat stunting, sedikit banyak akan mempengaruhi sisi pembangunan sumber daya manusia serta produktifitas ekonomi. Oleh karenanya pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam upaya menekan prevalansi stunting. ”Terima kasih kami sampaikan kepada asosiasi dan perusahaan perunggasan yang terlibat dalam upaya penekanan laju stunting di Kota Bogor. Seperti kita ketahui bersama, Kota Bogor menjadi model kolaborasi penanganan stunting antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat” ungkap Drs. Hanafi. MSi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bogor yang mewakil PJ Walikota Bogor.
Model pendekatan kolaboratif ini yang menjadikan latar belakang penyelenggaraan FAT 2024. Dimana rangkaian awal kegiatan FAT 2024 di Kota Bogor. Pemerintah kota Bogor berharap apa yang dilakukan FAT dapat membantu ikut menurukan prevalansi stunting di kota bogor pada angka 14%. Sementara itu rangakaian kegiatan FAT 2024 dimulai dengan ceremony program intervensi pemberian telur pada balita stunting di Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor pada 18 Mei 2024 lalu.
Kegiatan ini mendapat perhatian dan dukungan penuh oleh PJ Walikota Bogor, Bapak Dr. Herry Antasari, ST. M.Dev.Plg. Pemilihan Kelurahan Curug sebagai lokasi pelaksanaan program intervensi telur, dikarenakan program intervensi telur bagi balita stunting merupakan program keberlanjutan dari tahun sebelumnya pada tahun 2023 lalu yang kembali didukung industri dan peternak unggas.
Pogram intervensi pemberian telur pada balita stunting sendiri dimulai sejak awal Juni dan direncanakan selesai diakhir Agustus 2024 nanti. Tercatat sampai akhir Juli sebanyak 9.640 butir telur atau setara 643 kg telur diberikan pada balita stunting. Dan diperkirakan sampai akhir Agustus nanti telur yang akan diberikan sebanyak 13.800 butir atau setara 920 kg telur. Sebagai apresiasi dalam mendukung program intervensi telur ini, FAT juga memberikan telur pada kader PKK dan Posyandu Kelurahan Curug. Yang bersama – sama pihak kelurahan Curug mendampingi program intervensi pemberian telur. Sehingga total telur yang didonasikan sebanyak 15.120 butir telur atau setara 1.008 kg telur.
Sementara itu puncak acara kegiatan FAT 2024, menyelenggarakan beberapa program acara diantaranya ceremony makan telur bersama tokoh dan masyarakat, kampanye gizi, bazzar pangan dan protein hewani, senam bersama, ceremony bantuan telur bagi balita stunting, hiburan dan door prize. Kegiatan FAT 2024 kali merupakan kolaborasi berbagai pihak diantaranya PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT. Charoen Pokphand Indonesia, PT. Nutricell Pacifik, PT. Kemin Indonesia, PT. Zoetis Indonesia, PT. Ceva Animal Health Indonesia, PT. Bank Syariah Indonesia, PT. AS Putra, PT. Bright International, Anindys Farm, Jambu Raya, Yayasan Bhakti Bangsa dan Create.
Selain itu FAT 2024 juga didukung penuh asosiasi perunggasan lainnya diantaran Komtap Peternakan Kadin Indonesia, Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Perhimpunan Insan Peternakan Rayat Indonesia, Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Asosiasi Obat Hewan (ASOHI), dan Forum Media Peternakan (FORMAT).
