Kolaborasi Kementan dan Perguruan Tinggi, Sulap Limbah Jadi Bahan Baku Kerupuk

udin abay | Kamis, 08 Agustus 2024 , 12:43:00 WIB

Swadayaonline.com - Persaingan di dunia kerja, dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang semakin ketat menuntut para job seeker dan job creator untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan SDM adalah melalui peningkatan kompetensi keahlian baik melalui pendidikan formal maupun non formal. 

Hal ini senada dengan arahan Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang menyampaikan bahwa melalui vokasi pertanian, akan terwujud SDM yang profesional dan berdaya saing karena tugas utama vokasi pertanian Kementan adalah menghasilkan alumni yang qualified job seeker dan job creator.

"Qualified job seeker berarti siap ditempatkan di segala lini dari hulu sampai hilir, qualified job creator berarti kreatif menciptakan peluang-peluang bisnis" ungkap Dedi.

Secara umum, praktek kerja lapangan (PKL) merupakan implementasi dari pendidikan sistem ganda yang diterapkan di Indonesia dalam mengembangkan kompetensi khususnya dalam jenjang pendidikan SMK dan Perguruan Tinggi. 

Dalam konsep kurikulum merdeka yang diadopsi dunia pendidikan saat ini, PKL bertujuan untuk menumbuh kembangkan karakter dan budaya kerja yang profesional, meningkatkan kompetensi sesuai kurikulum, kebutuhan dunia kerja serta menyiapkan kemandirian untuk bekerja dan berwirausaha.

Balai Besar Pelatihan Peternakan – Batu sebagai salah satu UPT Kementerian Pertanian yang berada di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, melalui Tim Kerja Sertifikasi, Layanan Konsultasi dan Inkubator Agribisnis turut mendukung program merdeka belajar melalui fasilitasi PKL bagi pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya adalah Wardah Zaina Al Munawaroh dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. 

Selama kurun waktu 1 (satu) bulan, mahasiswa semester VI ini memperoleh bimbingan dari Pontjo Tri Andajani selaku Ketua Divisi Pasca Panen dan Pengolahan Susu BBPP Batu.

Selama kegiatan PKL, Wardah mengambil kajian tentang "Proses Produksi Keju Mozarella dan Pemanfaatan Limbah Whey Menjadi Kerupuk Whey di Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu". 

Limbah produksi keju mozzarella berupa whey dimanfaatkan sebagai bahan baku kerupuk. Sebagai limbah, whey mengandung protein sebesar 0.63%, laktosa 6,31%, vitamin dan mineral yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan massa dan kekuatan otot, mempercepat penyembuhan luka, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mengurangi kolesterol serta tekanan darah. 

Setelah menyelesaikan kegiatan PKL di BBPP Batu, kajian ini telah dipresentasikan dalam seminar hasil PKL dengan penguji Widyaiswara BBPP Batu, Pontjo Tri Andajani dan Dodik Suprapto pada Senin (29/07/24) yang lalu.

Para penguji sangat mengapresiasi kajian yang diambil oleh Wardah, sebuah inovasi yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu kurikulum Pelatihan Peningkatan Nilai Tambah Dan Daya Saing Produk Olahan Susu di BBPP Batu.

”Kerupuk whey sangat memungkinkan menjadi pangan fungsional yang menyehatkan dan potensial untuk dikembangkan sebagai produk unggulan di BBPP Batu” pungkas Dodik. DDK/PNJ