Pastikan Kesuksesan Organisasi, Kementan Gelar Workshop Manajemen Risiko

udin abay | Jum'at, 23 Agustus 2024 , 16:53:00 WIB

Swadayaonline.com - Penerapan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 38 Tahun 2021 adalah langkah penting dalam membangun budaya risiko yang kokoh di Kementerian Pertanian. Hal ini tidak hanya melindungi Kementerian dari berbagai ancaman, tetapi juga memastikan bahwa setiap kegiatan dan keputusan yang diambil berkontribusi positif terhadap pencapaian visi dan misi Kementerian.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan untuk dapat memperoleh hasil kinerja yang terbaik, setiap lini dilingkungan Kementerian Pertanian diharapkan mampu menjalin kerjasama untuk dapat membangun pondasi supaya menjadi satu kesatuan yang utuh dalam mendukung percepatan program-program Kemeterian Pertanian khususnya dalam peningkatan kualitas dan kapasitas SDM.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti mengungkapkan dengan terjalinnya kerjasama antar lini organisasi akan lebih baik lagi dalam memfasilitasi pengembangan SDM pertanian Indonesia.

“Kami harap dengan terjalinnya kerja sama sinergis ini, bisa memfasilitasi perkembangan SDM di bidang pertanian, khususnya bagi petani-petani muda di Tanah Air,” sebut Santi.

Dalam upaya meningkatkan kapasitas SDM Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu dalam mengidentifikasi, menilai dan mengelola risiko yang mungkin dihadapi dalam penyelenggaraan proses bisnis utama lembaga pelatihan,  BBPP Batu menyelenggarakan Workshop Manajemen Risiko pada Selasa (20/08/2024).  

Bertempat di Brizantha Convention Hall BBPP Batu, kegiatan workshop menghadirkan  Narasumber Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian,Tin Latifah dan Direktur Pengawasan Bidang Pangan, Energi, dan Sumber Daya Alam BPKP, Wawan Yulianto.

Kepala BBPP Batu, Roby Darmawan dalam arahannya saat membuka kegiatan workshop menyampaikan bahwa Manajemen risiko merupakan suatu aspek krusial yang dihadapi dalam setiap organisasi, termasuk di Balai Besar Pelatihan Batu. Dengan pemahaman dan penerapan yang baik, maka manajemen risiko dapat membantu kita untuk mengantisipasi, mengidentifikasi, dan mengelola berbagai potensi risiko yang mungkin terjadi dalam aktivitas kegiatan kita sehari-hari, serta memastikan keberlangsungan dan kesuksesan organisasi ini. 

”Saya berharap, setelah mengikuti workshop ini, ASN di BBPP Batu mampu menyusun manajemen risiko dan lebih siap serta sigap dalam menghadapi tantangan dan risiko yang ada” kata Roby.

Workshop ini adalah bagian dari program BBPP Batu dalam mendukung program Kementerian Pertanian untuk memperkuat program kerja yang telah ditetapkan. Manajemen risiko merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir dampak negatif yang dapat menghambat tujuan dari sebuah organisasi. Perlunya Komitmen pimpinan dan seluruh pegawai merupakan kunci sukses dalam penerapan manajemen risiko, kerjasama yang baik akan menciptakan budaya risiko yang kuat dalam organisasi, yang pada akhirnya akan meningkatkan keberhasilan dalam mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan.

Setelah mengikuti rangkaian Workshop, kegiatan dilanjutkan dengan melakukan review atas Manajemen Risiko yang telah di susun pada masing-masing tim kerja  lingkup BBPP Batu yang dikomandani oleh Ketua SPI  BBPP Batu, Lutfia Hanim Mufida. AFT/BBPP BATU