Dukung Regenerasi Petani, Kementerian Pertanian Latih Mahasiswa
udin abay | Rabu, 28 Agustus 2024 , 19:03:00 WIB
Swadayaonline.com - Dalam rangka mendukung regenerasi petani, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta-Magelang menyelenggarakan Pelatihan Formulasi Pakan bagi mahasiswa pada 27 Agustus – 09 September 2024.
Regenerasi petani menjadi salah satu fokus perhatian oleh Kementerian Pertanian. Generasi milenial sebagai generasi penerus terus didorong untuk mengoptimalkan peluang wirausaha sektor pertanian.
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman terus mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.
"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor keberlanjutan pangan nasional. Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya," kata Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan pihaknya sigap menjawab tantangan regenerasi petani.
“Saat ini, petani-petani sudah semakin tua, sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” sebut Santi.
Pelatihan yang digelar di Polbangtan Yogyakarta-Magelang itu diikuti oleh mahasiswa program studi teknologi pakan ternak.
Kepala BBPP Batu, Roby Darmawan, memberikan motivasi belajar bagi para mahasiswa untuk bisa melihat peluang kedepan serta dapat mengembangkan industri peternakan.
“Mahasiswa harus punya jiwa entrepreuner sejak dini. Kuatkan pengetahuan kita melalui karya dengan ilmu yang kita milikikarena peluang harus diciptakan untuk menciptakan lapangan kerja baru” ujar Roby.
Widyaiswara BBPP Batu, Widya Ayu Prasdini, mengungkapkan, pelatihan dilaksanakan guna menambah pengalaman mahasiswa khususnya dalam hal formulasi pakan.
“Ilmu bisa dipelajari dibangku kuliah, namun permasalahan di lapangan tidak bisa diprediksi, itulah pentingnya pengalaman. Mahasiswa diharapkan bisa menciptakan formulasi pakan untuk mengantisipasi harga mahal, lahan hijauan kurang, serta hijauan jagung berkurang” ungkap Ayu.
Mahasiswa sebagai generasi muda usia produktif diharapkan bisa mengambil peluang dari pelatihan ini untuk terus mengembangkan industri peternakan sehingga dapat mengurangi pengangguran. WDY/BBPPBATU
