Genjot Produksi, Kementan Optimalisasi Alsintan Melalui UPJA di Kabupaten Ngawi
udin abay | Minggu, 15 September 2024 , 20:26:00 WIB
Swadayaonline.com - Program Pertanian Modern yang saat ini sedang berlangsung di Kabupaten Ngawi merupakan program inisiatif dari Kementerian Pertanian yang berfokus kepada pemberdayaan generasi milenial dalam sektor pertanian. Program Pertanian modern ini merupakan suatu peluang besar untuk mengembangkan korporasi petani yang lebih inovatif, berbasis teknologi, dan berkesinambungan.
Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa salah satu program untuk mencapai swasembada pangan dapat dilakukan melalui optimalisasi lahan.
“Tentunya program ini perlu melibatkan dukungan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, penyuluh dan petani muda”, sebut Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyebutkan, untuk mencapai target swasembada pangan kita insan pertanian harus selalu berkoordinasi dan bersinergi dengan baik.
Peran aktif dari setiap pihak yang terlibat, memegang peran penting dalam mensukseskan program pertanian modern ini, khususnya di Kabupaten Ngawi.
Dalam upaya memastikan Program Pertanian Modern khususnya di Provinsi Jawa Timur berjalan dengan baik, Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Siti Munifah, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ngawi pada Sabtu (14/09).
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris BPPSDMP didampingi oleh Kepala BBPP Batu, Direktur Polbangtan Malang, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Ngawi, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Geneng, Babinsa, Tim Pendamping dan alumni Pertanian Modern Kab. Ngawi.
Saat ini tantangan di sektor pertanian sudah semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim hingga kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas di tengah keterbatasan lahan. Sehingga, peran aktif dari pihak terkait untuk mensukseskan program pertanian modern khususnya dalam memperkenalkan alat mesin pertanian (alsintan) sebagai bagian dari solusi modernisasi pertanian sangat penting.
“Peran aktif, semangat yang tinggi dan ide-ide inovatif generasi milenial dalam programa pertanian modern sangat dibutuhkan di Kabupaten Ngawi. Pertanian tidak hanya menjadi pekerjaan bagi orang tua saja. Tetapi dengan program ini, para generasi milenial diharapkan mampu untuk mengubah wajah pertanian di daerahnya" ujar Munifah.
Munifah juga berpesan kepada alumni yang melakukan pendampingan di wilayah ini untuk aktif dalam membantu kegiatan petani terutama pada penyediaan jasa alsintan. Selain itu mahasiswa juga dapat belajar terkait basic life skill, mulai dari melakukan koordinasi, cara menyelesaikan permasalahan dan juga kerjasama tim sangat penting dalam menjalankan tugas.
Rombongan melakukan kunjungan ke UPJA Karya Lestari yang berlokasi di Desa Dempel Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi. kunjungan ini untuk mengetahui perkembangan program Pertanian Modern khususnya dalam UPJA (Unit Pelayanan Jasa Alsintan).
Nantinya petani dari poktan, maupun gapoktan yang tergabung dalam UPJA akan dijadikan sebagai anggota Koperasi Berkah Tani Rejeki. Diharapkan dengan adanya koperasi tersebut, administrasi dan manajemen pengolahan alsintan dapat berkembang dengan baik. Sehingga hibah alsintan yang diberikan pemerintah dapat dioptimalkan dalam kegiatan usaha tani serta keuntungan dapat dijadikan perputaran modal bisnis oleh anggota koperasi.
Untuk perkembangan UPJA Karya Lestari sendiri mereka memiliki alat RMU (Rice Miling Unit) untuk menggiling padi. Kapasitas yang mampu ditampung dalam sekali giling mencapai 10 Ton. Dengan adanya alat tersebut diharapkan petani terbantu dalam pengolahan hasil usaha taninya. BBPPBATU
