Pendampingan Pertanian Modern di Kabupaten Ngawi, Kementen Lepas Mahasiswa MSIB

udin abay | Selasa, 24 September 2024 , 10:56:00 WIB

Swadayaonline.com - Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen meningkatkan produksi pangan, dengan mengoptimalkan penggunaan lahan rawa melalui Program Pertanian Modern guna mendukung kedaulatan pangan nasional.

Dalam rangka mendukung Kegiatan Pertanian Modern di Kabupaten Ngawi, Kementerian Pertanian melepas 92 orang Mahasiswa Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), bertempat di Alun-Alun Kebupaten Ngawi pada Senin (23/09).

Program MSIB ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia melibatkan mahasiswa dalam pengelolaan lahan rawa guna meningkatkan produksi pangan melalui pertanian modern.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa pengembangan lahan rawa merupakan komitmennya untuk segera memenuhi kebutuhan lahan tanam. Ia berharap optimalisasi lahan rawa dapat meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Sumber Daya Manusia Pertanian, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa program pertanian modern ini merupakan salah satu inisiatif Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP untuk mendukung program Perluasan Areal Tanam (PAT) di lahan rawa.

Acara Pelepasan Mahasiswa MSIB (Magang Studi Independen Bersertifikat) dihadiri oleh Kepala BBPP Batu, Direktur Polbangtan Malang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Pasiter Kodim 0805 Ngawi, serta 92 mahasiswa dari 27 universitas turut ambil bagian dalam program ini.

Kepala BBPP Batu, Roby Darmawan, dalam sambutannya menyampaikan beberapa point penting dalam mendukung program pertanian modern di Jawa Timur. Roby memberikan pesan kepada para mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar bersama para petani. 

"Belajar di lapangan adalah kesempatan yang sangat baik untuk mengembangkan soft skill. Jangan sia-siakan kesempatan magang ini. Kalian harus aktif terlibat, bukan hanya mengamati, tetapi ikut bekerja bersama para petani. Ciptakan ikatan yang baik dengan para penyuluh dan petani” kata Roby

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Supardi, menyatakan harapannya dengan adanya program MSIB ini, mahasiswa dapat bersinergi untuk mewujudkan kemajuan pertanian berkelanjutan dan mendukung Kabupaten Ngawi sebagai lumbung pangan di Jawa Timur.

Pasiter Kodim 0805 Ngawi, Priyono, juga mengingatkan para mahasiswa untuk selalu menjaga keamanan, menjaga nama baik almamater, sopan santun, etika, serta menjaga diri selama menjalani program ini.

Acara diakhiri dengan penyematan atribut kepada para mahasiswa MSIB sebagai simbol resmi dimulainya program pendampingan pertanian modern di Kabupaten Ngawi. EFEN/SAI/BBPP BATU