Hasilkan Butcher Profesional, Kementan Latih Mahasiswa

udin abay | Jum'at, 27 September 2024 , 10:27:00 WIB

Swadayaonline.com - Dalam rangka meningkatkan mutu, daya saing serta mendorong UPH (Unit Pengolahan Hasil) peternakan naik kelas, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta-Magelang (YOMA) bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu menyelenggarakan Pelatihan Butcher, 25 September s.d 01 Oktober 2024.

Pelatihan yang dilaksanakan selama 7 hari ini diikuti oleh 66 orang mahasiswa semester VI Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan Polbangtan YOMA. 

Sebagai generasi penerus sektor pertanian, mahasiswa dilatih untuk menjawab tuntutan kebutuhan industri bidang pengolahan hasil terutama butcher yang menghendaki tenaga kerja yang profesional dan berstandar.

Regenerasi petani menjadi salah satu fokus perhatian Kementerian Pertanian. Generasi milenial sebagai generasi penerus terus didorong untuk mengoptimalkan peluang wirausaha sektor pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman terus mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor keberlanjutan pangan nasional. Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya," kata Amran. 

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan pihaknya sigap menjawab tantangan regenerasi petani.

“Saat ini, petani-petani sudah semakin tua, sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” sebut Santi.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, saat membuka pelatihan menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat menciptakan dunia kerja sendiri.

“Dan tentunya dunia kerja saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, selain itu kami berharap semua peserta setelah lulus dan terjun di masyarakat bisa menciptakan dunia kerja sendiri”, ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BBPP Batu, Roby Darmawan, mengatakan saat ini di Indonesia belum banyak memiliki tenaga butcher yang profesional atau kompeten dan bersertifikat seperti yang dibutuhkan.

“Saat ini di RPH (Rumah Potong Hewan) ada banyak orang yang berprofesi sebagai jagal dan atau kuli jagal tetapi mereka belum bisa dikatakan sebagai butcher professional. Semoga melalui pelatihan ini dapat melahirkan butcher-butcher baru yang kompeten dan bersertifikat professional” jelas Roby.

Kementerian Pertanian saat ini tengah menggalakkan berbagai pelatihan berbasis kompetensi (PBK) dan sertifikasi profesi butcher sesuai SKKNI Nomor 319 Tahun 2011 untuk melahirkan butcher-butcher baru yang kompeten dan bersertifikat profesional. Hal ini agar daging sapi lokal atau ternak potong lainnya bisa dipotong dan ditangani oleh butcher profesional sesuai standard internasional.

 Diharapkan daging-daging yang dihasilkan dari berbagai RPH pemerintah kabupaten/kota tersebut bisa diterima dan dipasarkan di horeca (hotel, restoran, cafe dan supermarket) yang menuntut potongan utama daging sapi yang sesuai standard internasional untuk konsumennya mengingat kondisi saat ini di Indonesia, sebagian besar potongan utama daging sapi tersebut masih tergantung pada suplay daging sapi impor. CTR/BBPP BATU