Kolaborasi Kementan dan Dinas Peternakan Rote Ndao Tingkatkan Reproduksi Ternak
udin abay | Kamis, 31 Oktober 2024 , 20:07:00 WIB
Swadayaonline.com - Dalam upaya meningkatkan produktivitas peternakan di Indonesia, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu bekerja sama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Gangguan Reproduksi Ternak.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 28 Oktober hingga 1 November 2024 ini, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan hewan dalam menangani masalah reproduksi pada ternak.
Rendahnya tingkat keberhasilan reproduksi ternak seringkali menjadi kendala utama bagi peternak, khususnya di daerah-daerah dengan populasi ternak yang cukup besar seperti Kabupaten Rote Ndao.
Berbagai faktor seperti penyakit, manajemen pemeliharaan yang kurang tepat, dan tingkat kegagalan kebuntingan yang tinggi dapat menyebabkan penurunan populasi ternak dan berdampak pada perekonomian masyarakat.
Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan, Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian. Karenanya sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni.
“Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni, diantaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat, dan berorientasi hasil”, sebut Amran.
Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengutarakan hal serupa.
“BPPSDMP akan terus berupaya mencetak SDM pertanian yang profesional, mandiri, berjiwa wirausaha, dan berdaya saing melalui pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan,” tutur Santi.
Melalui Bimtek ini, peserta yang terdiri dari 21 orang petugas Puskeswan dari Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao, mendapatkan pemahaman mendalam mengenai berbagai aspek reproduksi ternak. Materi yang disampaikan mencakup pemeriksaan performa reproduksi, penanganan gangguan reproduksi, evaluasi hasil pemeriksaan kebuntingan, serta evaluasi hasil penanggulangan penyakit.
Selain mendapatkan materi teori, peserta juga melakukan praktek langsung di lapangan, yakni di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung Kabupaten Malang dan Koperasi Unit Desa (KUD) Puspo Pasuruan. Praktek langsung ini sangat penting untuk membekali peserta dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam menangani kasus gangguan reproduksi di lapangan.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao, Hermanus Haning, mengungkapkan harapannya agar para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam Bimtek ini untuk meningkatkan kinerja peternakan di daerahnya.
“Dengan bekal ilmu baru ini, kami berharap dapat meningkatkan angka kelahiran pedet dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan peternak di Kabupaten Rote Ndao,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BBPP Batu, Roby Darmawan, mengajak para peserta untuk memanfaatkan waktu selama pelatihan sebaik mungkin. Beliau mendorong peserta untuk aktif bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman dengan para narasumber dan sesama peserta.
Bimtek ini menghadirkan narasumber-narasumber yang kompeten di bidangnya, antara lain dari Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, praktisi dari Ketua PDHI, serta widyaiswara BBPP Batu.
Kolaborasi antara BBPP Batu dan Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao merupakan contoh nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang peternakan. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk mendukung pengembangan sektor peternakan di Indonesia. WIDYA/SAI/BBPP BATU
