Mentan Amran Sulaiman Sebut Brigade Pangan Sebagai Garda Tedepan Swasembada Pangan

udin abay | Rabu, 20 November 2024 , 17:38:00 WIB

Swadayaonline.com - Brigade Pangan adalah pasukan petani milenial terdepan memberikan pelatihan sekaligus peralatan modern untuk mengelola lahan pertanian. Dengan misi besar ini, Mentan Amran yakin bahwa pertanian bisa menjadi sektor yang menjanjikan bagi kaum milenial.

Melalui program Brigade Pangan yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian, para petani muda diajak untuk mengelola lahan pertanian secara modern, meningkatkan produktivitas, dan mencapai penghasilan yang menjanjikan hingga Rp10 juta per bulan. 

Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan target ambisius kepada para pendamping.

Dirinya menegaskan pentingnya peningkatan indeks pertanaman (IP) menjadi tiga kali setahun dan hasil panen minimal 5-6 ton per hektar.

"Kalau pendamping berhasil dan hasilnya memuaskan, percepat ia naik pangkat. Kalau tidak berhasil, segera ganti," tegas Amran dalam Workshop Manajemen Pendampingan Brigade Pangan pada Rabu (20/11).

Program ini diimplementasikan di 12 provinsi di Indonesia dengan tujuan untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup sekaligus memberdayakan petani muda sebagai penggerak ekonomi pedesaan.

Untuk memastikan keberhasilan program ini, BPPSDMP telah menyiapkan 237 pendamping dari PPPK, 163 penyuluh dari Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP), serta 50 mentor yang terdiri dari dosen, guru, dan widyaiswara. 

Selain itu, program ini juga dirancang untuk mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan produktivitas pangan, dan memberdayakan petani lokal.

"Siapa pun bisa bergabung, termasuk petani lokal. Tujuannya jelas: membangunkan lahan tidur dan menciptakan kesejahteraan," tambah Amran.

Salah satu daya tarik program ini adalah pendapatan yang ditawarkan. Dengan lahan 200 hektare per kelompok yang dikelola secara kolektif, para petani milenial ini berpeluang meraup penghasilan hingga Rp20 juta per bulan, tergantung keuletan mereka.

“Ini bukan gaji, tapi pendapatan yang jauh lebih tinggi,” tegas Amran. Tidak hanya menjanjikan penghasilan besar, program ini juga membuka peluang bagi para petani muda untuk menjadi pengusaha mandiri di sektor pertanian.