Sulawesi Tengah Dukung Penuh Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian

udin abay | Kamis, 23 Agustus 2018 , 16:12:00 WIB

Swadayaonline.com - Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah sentra produksi pertanian termasuk hortikultura di Indonesia.

Dengan adanya  pasar global dan kesadaran masyarakat akan produk yang bermutu, aman konsumsi dan ramah lingkungan mengakibatkan kebutuhan akan produk tersebut meningkat. Provinsi Sulawesi Tengah memberikan apresiasi terhadap kelompok tani dan pembinanya dalam hal ini Bupati/Walikota yang sudah bisa menghasilkan produk pertanian bermutu, aman konsumsi dan ramah lingkungan.

Sebagai bukti komitmen yang tinggi dilakukan Penganugerahan Daya Saing Produk Pertanian Sulteng  tanggal di Atrium Palu Grand Mall  yang dihadiri oleh Asisten 2 bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Prov Sulteng, Bupati/Walikota se Sulteng, Direktur Perlindungan Hortikultura Kementan, Hotel, Restoran, Rumah Sakit dan kelompok tani.

Dalam sambutan penutupan acara, Asisten 2 Bidang Ekonomi Pembangunan &  Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sulawesi Tengah, Bunga Elim Somba menyatakan akan terus mendukung penerapan sistem jaminan mutu dalam menghasilkan produk pertanian, sehingga konsumen mendapatkan produk yang bermutu dan aman konsumsi.

Sementara itu Direktur Perlindungan Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Sriwijayanti Yusuf, memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah Sulawesi Tengah yang sudah memberikan dukungan dalam pengembangan produk pertanian yang bermutu dan berdaya saing. Sri juga memberikan penghargaan kepada kelompok tani yang sudah menerapkan sistem jaminan mutu dalam penyediaan produk pertanian khususnya hortikultura. "Dengan dukungan Pemda yang kuat, diharapkan ke depannnya akan semakin banyak petani yang mau dan mampu menerapkan sistem jaminan mutu dalam menyediakan produk pangan yang aman konsumsi, aman untuk produsen dan menjaga keamanan lingkungan" tukas Sri. 

Sri juga menjelaskan bahwa pada Tahun Anggaran 2018, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian  mengembangkan 250 desa organik dari dana APBN dimana 5 (lima) diantaranya dialokasikan di Provinsi Sulteng.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah, Trie Iriany Lamakampali sudah 7 (tujuh) kabupaten di Provinsi Sulteng yang mengembangkan pertanian organik yaitu Kabupaten Donggala, Sigi, Parigi Moutong, Tojo Unauna, Banggai, Poso dan Kota Palu.  Di daerah ini sudah terdapat 37 Kelompok Tani yang bersertifikat organik/Prima 3.

Pada rangkaian acara ini juga dilakukan penandatanganan MoU antara kelompok tani yang akan mensuplai produk organik dengan Rumah Sakit, Hotel dan Restoran yang akan menyerap produk tersebut. SY/HMSH