Pelatihan Onsite Training Model Hadir di Kelompok Tani Motekar

udin abay | Senin, 20 Mei 2019 , 16:51:00 WIB

Swadayaonline.com - Motekar, istilah bahasa Sunda yang bila diartikan kedalam bahasa Indonesia adalah penuh dengan kreativitas dan bisa melakukan segala hal. Inilah salah satu nama kelompok tani yang berada di Kampung Cisalasih, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, dimana 30 orang anggota kelompoknya yang diantaranya berusia milenial, merupakan peserta Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran. Pelatihan berbasis outcome kerjasama Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dengan Taiwan ICDF melalui Taiwan Technical Mission ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Seksi Pelatihan Non Aparatur, Irwan Waluya, dalam laporan awal pelaksanaan pembukaan pelatihan, Jumat (17/05/2019). “Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi petani agar mampu berbudidaya dengan lebih baik dan produktivitasnya dengan harapan pendapatan dan kesejahteraannya meningkat pula”, jelasnya.

“Pelatihan ini terdiri dari 7 sesi dimana materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan petani melalui proses Focus Group Discussion (FGD). Adapun fasilitatornya merupakan Penyuluh Pertanian, Petugas POPT, Core Farmer, dan Widyaiswara BBPP Lembang”, jelasnya lagi.

Pembukaan pelatihan oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Ramadani Saputra. Pembukaan dihadiri oleh Pejabat Struktural, Widyaiswara sekaligus Counterpart, Perwakilan Taiwan Technical Mission, dan Fasilitator. “Pelatihan ini istimewa karena dengan model Onsite Training, pelatihan dilaksanakan selama 7 sesi, setelah itu dilakukan pula pendampingan terus-menerus dari Penyuluh, Petugas POPT, Widyaiswara selama maksimal 1 tahun agar apabila petani ada permasalahan di lapangan dalam melakukan budidaya, maka akan terselesaikan dengan cepat”, jelas Ramadani.

Lebih lanjut dijelaskannya, “untuk melindungi hasil pertanian dan harga jual hasil panen petani, maka didalam pelatihan ini nanti akan ada contract farming antara petani dan Lembang Agribusiness Incubation Center (LAIC), Pengelola Packing House di BBPP Lembang, yang menguntungkan.

Hasil praktik peserta pelatihan dan hasil panen nantinya akan diterima oleh LAIC yang akan dipasarkan ke pasar swalayan, horeka, dan merintis untuk ekspor, setelah sebelumnya dilakukan grading dan dikemas dahulu. Dengan demikian maka harapan kami dari pelatihan ini pendapatan dan kesejahteraan petani wilayah Lembang bisa meningkat”, demikian penjelasan Ramadani dihadapan peserta.

Rizal, perwakilan dari Taiwan Technical Mission menjelaskan tentang Project Kerjasama Penguatan Kapasitas Petani antara BBPP Lembang dan Taiwan ICDF melalui Taiwan Technical Mission. Sesi pertama kali ini ditutup dengan pelaksanaan Identifikasi Kebutuhan Pelatihan dengan metode Focus Group Discussion untuk menentukan kebutuhan materi peserta yang akan menjadi kurikulum pelatihan. SY/CHE