Onsite Training Model, Pelatihan Berbasis Outcome
udin abay | Rabu, 26 Juni 2019 , 15:32:00 WIBSwadayaonline.com - Peningkatan kesejahteraan petani merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2015-2019 dalam wujud meningkatnya kualitas dan pendapatan petani. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Kementerian Pertanian dibawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, bekerjasama dengan Taiwan Technical Mission (TTM) menyelenggarakan Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model.
Kali ini pelatihan dibuka di Angkatan 57 tepatnya di Kelompok Tani Saluyu Desa Baranang Siang Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat, Rabu (26/06/2019). Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Pelatihan Aparatur BBPP Lembang dan dihadiri oleh Kepala Desa Cipongkor, Kepala BP3K Kecamatan Cipongkor, dan Counterpart.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Baranang Siang, Heri Puryanto menyampaikan, “di desa ini potensi pertanian sudah bagus, namun harapan saya petani menanam tidak hanya satu komoditas saja, bisa dengan tumpang sari sehingga hasil panen optimal”, ujarnya. Iwan Kurnia, Kasie Pelatihan Aparatur sebelum membuka pelatihan secara resmi, berujar, “Pelatihan ini memadukan pelatihan dan pendampingan hingga 1 musim tanam atau maksimal selama 1 tahun, maka saat petani mengalami masalah dalam usahatani, bisa langsung memperoleh solusi dari penyuluh dan widyaiswara”.
Lebih lanjut Iwan menyampaikan harapannya bahwa semoga ilmu yang nanti dipelajari bermanfaat dan bisa disampaikan kepada kelompok tani lain sehingga cara budidaya tanaman sayuran yang lebih baik bisa dikuasai oleh banyak petani. Dengan demikian maka produktivitas diharapkan meningkat, dan pendapatan serta kesejahteraannya juga meningkat.
Dalam pelatihan ini, tidak berakhir hanya saat pelatihan, karena setelah pelatihan akan dilanjutkan dengan kegiatan pemasaran melalui Lembang Agribusiness Incubation Center (LAIC). Hasil tani para petani alumni pelatihan akan dipasarkan di Packing House melalui kesepakatan yang tertuang di Contract Farming, untuk dipasarkan ke berbagai pasar modern, horeka, dan ekspor.
Usai pembukaan, dilanjutkan dengan materi Sharing Experience yang disampaikan oleh Dewi PS, Counterpart Kerjasama BBPP Lembang dan Taiwan Technical Mission yang juga Widyaiswara BBPP Lembang. Awal materi dijelaskan tentang kegiatan penguatan kapasitas petani yang sudah dirintis sejak tahun 2015 hingga sekarang ini dengan target melatih 1.800 petani.
Disampaikan pula pengalaman mengikuti pelatihan dan workshop di Taiwan, dengan tujuan mengenalkan kepada peserta pelatihan bahwa pemanfaatan berbagai teknologi pertanian seperti yang dilakukan di Taiwan, akan dapat mengefisienkan budidaya pertanian.
Sesi pertama Pelatihan OTM ini diakhiri dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta pelatihan akan materi budidaya sayuran yang belum dikuasai oleh peserta. Nantinya ini akan menjadi kurikulum pelatihan. FGD dipimpin oleh Alit, Penyuluh Pertanian yang menjadi fasilitator pelatihan ini. SY/CHE
