Kapuslatan Minta Petani, Petugas Pendamping dan Penyuluh Pertanian Tingkatkan Kompetensi
udin abay | Senin, 09 September 2019 , 08:24:00 WIBSwadayaonline.com - Penyuluh pertanian Provinsi Kalimantan Utara Tengah (Kaltara) mrlakukan diskusi Bincang Asik (Bisik) bersama Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslatan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Ir. Bustanul Arifin Caya, M.D.M, Kepala BBPP Binuang, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara dan beberapa jajaran pejabat lingkup pertanian di gedung Gabungan Dinas Provinsi Kaltara (8/9/3019). Diskusi banyak membahas tentang peningkatan kompetensi sumber daya manusia pertanian, baik bagi petani maupun bagi petugas pendamping petani diantaranya yaitu penyuluh pertanian lapangan.
Dalam kesempatan tersebut Kapuslatan menyampaikan bahwa ada 3 pilar di BPPSDMP, yaitu: pendidikan, penyuluhan dan pelatihan. Ketiga pilar tersebut mempunyai tujuan yang sama dalam meningkatkan profesionalisme, kemandirian dan daya saing, serta jiwa enterpreneurship pelaku pertanian dari hulu hingga hilir. Ketiga pilar tersebut harus mampu berkolaborasi dengan baik dalam mewujudkan SDM pertanian yang profesional, mandiri, berdaya saing dan memiliki jiwa enterpreneurship.
Dalam 4,5 tahun terakhir banyak infrastruktur dibangun disektor pertanian, alat mesin pertanian digelontorkan kepada petani dan bantuan saprodi juga telah diberikan yang mana tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Kesemuanya membutuhkan peran serta penyuluh dalam upaya pendampingan dan pemanfaatannya. Tanpa penyuluh yang kompeten, profesional, mandiri dan berdaya saing maka semua itu tidak akan berhasil dan tidak akan berkelanjutan.
Menurutnya, peningkatan SDM adalah yang paling utama, dimana bila SDM ditingkatkan kompetensinya maka infrasturktur, teknologi juga akan mengikuti. Maka tidak heran bila penyuluh menjadi ujung tombak pembangunan pertanian ditingkat lapangan. Jangan sampai kita hanya bagus ditataran perencanaan tapi kurang baik ditataran proses dan tidak tercapai outputnya, maka peran serta penyuluh dalam mendampingi program-program tersebut mutlak diperlukan.
Penyuluh pertanian juga berharap akan ada lebih banyak peluang bagi mereka untuk meningkatkan kompetensi mereka melalui kegiatan pelatihan, baik pelatihan teknis, fungsional maupun pelatihan managerial. Dengan banyaknya pelatihan yang dapat mereka ikuti, maka mereka akan menjadi lebih percaya diri dalam melakukan kegiatan penyuluhan dan pendampingan bagi petani. Penyuluhan sebagai proses long live education, sehingga pendampingan petani sudah melekat dalam jiwa kami. Ketika petani tersenyum itulah sesungguhnya kebahagiaan kami.
Pada acara tersebut, Bustabul Arifin Caya juga membuka resmi empat pelatihan teknis tematik yang diadakan oleh BBPP Binuang dalam kegiatan ini, diantaranya: Pelatihan Teknis Tematik Bawang Merah, Pelatihan Teknis Tematik Alsintan, Pelatihan Teknis Tematik Tumpang Sari dan Pelatihan Kelembagaan P4S yang diikuti oleh 120 orang peserta.
Diakhir kegiatan dirinya menyampaikan bahwa di tahun SDM mari kita sama-sama mendukung seluruh program pertanian yang ada dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani, karena pangan merupakan hal yang paling krusial untuk suatu negara. Negara yang tidak bisa menyediakan pangan yang cukup maka negara itu akan bubar. Pusat dan daerah harus terpadu dan seirama agar jalannya program bisa agar program dapat berjalan dengan maksimal. Penyuluh harus dapat menjadi agen perubahan diwilayah sebagai ujung tombak penyuluhan pertanian ditingkat lapangan. SY/RS
