Sahabat Tani Tomohon Siap Eskpor Krisan ke Singapura dan Jepang

udin abay | Senin, 09 September 2019 , 13:05:00 WIB

Swadayaonline.com - “Bunga Krisan ini bisa membawa petani berdaya dengan ekspor” ujar Jani Lasut, Ketua Asosiasi Krisan Sulawesi Utara sekaligus pengelola P4S Sahabat Tani. Bunga krisan menjadi komoditi unggulan Kota Tomohon karena memiliki nilai estetika dan nilai ekonomis yang tinggi. 

“Kelebihan krisan yang ditanam di Tomohon adalah warnanya yang bermacam-macam dan beberapa varietas hanya ada di Tomohon dan tidak ada di negara lain” Jani menambahkan saat diwawancara di salah satu greenhouse miliknya. Kondisi geografis Tomohon yang sejuk dan diapit dua gunung bisa membuat 21 jenis krisan hasil budidaya tumbuh dengan subur. Produksi krisan dari Tomohon masih banyak diserap oleh pasar lokal dan diharapkan dalam waktu dekat bisa menjadi sentra ekspor krisan ke negara-negara mitra. Menurut data BPS tanaman hias yang paling banyak diekspor adalah krisan, mawar, dan anggrek. Negara yang tercatat sebagai pengimpor krisan dari Indonesia tahun 2017, yaitu Jepang,  Kuwait, Malaysia,dan Singapura.

Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian bahwa kemudahan ekspor menjadi prioritas dengan dipangkasnya waktu perizinan dari 13 jam menjadi 3 jam sehingga mendongkrak neraca perdagangan. 

P4S Sahabat Tani adalah salah satu mitra dan binaan Pusat Pelatihan Pertanian sejak berdirinya dan menjadi target peningkatan mutu lembaga petani sehingga menjadi lembaga siap ekspor ke mancanegara. Sebagai salah satu mitra Puslatan, P4S Sahabat Tani sudah melatih banyak petani lokal untuk peningkatan kemampuan dan kapasitas menjadi pelaku agribisnis yang unggul.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul menyampaikan bahwa untuk mempercepat pengembangan petani maju bagi petani yang sudah ada, Pusat Pelatihan Pertanian akan meningkatkan kemampuannya melalui pelatihan dan magang, agar petani melek IPTEK dan bisa  meningkatkan akses terhadap biaya, pasar dan teknologi.

"Tantangan ke depan, kita harus swasembada pangan dan ekspor, dan yang mampu swasembada dan ekspor adalah petani yang tangguh, berdaya saing, efisien dan produktivitasnya tinggi”, tutup Bustanul. SY/OCE