Meningkatkan komoditass Ekspor, Puslatan Perkuat SDM Pertanian

udin abay | Senin, 09 September 2019 , 13:34:00 WIB

Swadayaonline.com - Sebagai pusat yang menangani pelatihan pertanian di Kementerian Pertanian, Pusat Pelatihan Pertanian pada tahun 2019 ini mendapat mandat untuk turut berpartisipasi menyukseskan program pengembangan kompetensi SDM , khususnya yang terkait dengan kemampuan SDM pertanian dalam mengekspor komoditas pertaniannya. Langkah awal yang dilakukan adalah dengan membuat beberapa perencanaan yang terkait dengan pengembangan kompetensi SDM dalam penguasaan teknologi dibidang pertanian, karena dengan penguasaan teknologi tersebut maka kualitas produk yang dihasilkan akan lebih baik dan efektifitas dan efisiensi pekerjaan juga akan mempengaruhi harga yang ditetapkan untuk produk tersebut.

Pusat Pelatihan Pertanian mengalokasikan sekitar 30.000 orang Aparatur dan Non Aparatur pertanian pada tahun 2020 untuk ditingkatkan kompetensinya dalam bidang pertanian melalui pelatihan di Balai-Balai Pelatihan untuk mendorong kreativitas dalam meningkatkan produksi pertanian yang layak ekspor.

Peningkatan Kompetensi Aparatur dan Non Aparatur pertanian melalui pelatihan ini mendukung visi Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi dan daya saing pertanian berorientasi ekspor serta mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045.

Pusat Pelatihan Pertanian memiliki 10 UPT Pelatihan Pertanian diantaranya Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Ciawai-Jawa Barat, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara-Jawa Barat, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang-Jawa Barat, BBPP Ketindan-Jawa Timur, BBPP Batangkaluku-Sulawesi Selatan, BBPP Binuang-Kalimantan Selatan, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu-Jawa Timur, BBPP Kupang-Nusa Tenggara Timur, Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung.

Kepala BPPSDMP, Prof Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr menyampaikan bahwa seluruh UPT Pelatihan harus mampu mencetak Job Creator sebagai enterpreneur-enterpreneur yang profesional, mandiri dan berdaya saing untuk dapat menjadi pelaku pertanian yang mampu menembus pasar ekspor dibidang pertanian. Setiap UPT harus mampu mencetak enterpreneur yang menguasai teknologi, apalagi kita menuju era Revolusi Industri 4.0. Seluruh SDM yang dihasilkan harus mampu bersaing bukan hanya ditingkat lokal tapi di tingkat internasional. Selain mencetak Job Creator, UPT Pelatihan juga harus mampu mencetak Job Seeker yang kompeten dan mampu bersaing dan berorientasi ekspor dipentas global.

"UPT Pelatihan yang kita miliki siap mencetak tenaga kerja pertanian melalui pelatihan vokasi dan pengembangan ptofesi melalui standardisasi dan serifikasi agar mereka siap menjadi pelaku ekspor komoditas pertanian" ungkap Bustanul Arifin, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian. Kapuslatan juga menjelaskan bahwa perlu koordinasi, kolaborasi dan partisipasi aktif dari semua pihak untuk mewujudkan hal tersebut. SY/RS