Antusias Mahasiswa Universitas Lampung Dengan Dunia Pertanian

udin abay | Rabu, 27 November 2019 , 16:53:00 WIB

Swadayaonline.com - Hari Rabu, di pagi hari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menerima kunjungan rombongan Mahasiswa Agribisnis Universitas Lampung. Sebanyak 5 bis memasuki area parkiran kantor BBPP Lembang. Kerumunan rombongan mahasiswa yang telah melalui perjalanan jauh hingga ke Lembang satu persatu memasuki Aula.

Rombongan Universitas Lampung terdiri dari 129 mahasiswa dan 6 dosen, disambut oleh Rokhedi, salah satu Widyaiswara BBPP Lembang. Beliau menyambut tamu dan menerima rombongan dengan antusias. Salah satu dosen Universitas Lampung menyampaikan maksud dan tujuan mereka, yaitu untuk mengetahui tentang kelembagaan di Balai, bagaimana menjalankan diklat selama ini, dan tentunya ingin mengetahui lebih detail mengenai ilmu, teknologi yang telah dikembangkan, diterapkan di Balai.

Tanpa berpanjang lebar, Rokhedi menyampaikan secara umum mengenai tugas dan fungsi kegiatan yang dilakukan Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang (BBPP) Lembang dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sesi tanya jawab ini berlangsung sekitar 30menit. Banyak pertanyaan yang mereka ajukan, dari mulai penjaringan pelaksanaan pelatihan, bentuk pembinaan yang dilakukan oleh BBPP Lembang dan seterusnya; hal ini menunjukkan rasa penasaran yang besar dari BBPP Lembang di pertanian.
Rombongan Universitas Lampung yang berkunjung terdiri dari 2 prodi, Penyuluhan dan Agribisnis. Selain berkunjung ke BBPP Lembang, mereka diajak untuk ke salah satu P4S binaan BBPP Lembang yang berprestasi. P4S Mancakal di desa Cibodas menjadi tujuan selanjutnya. Dengan menggunakan armada angkutan umum, rombongan segera menuju ke P4S Mancakal yang berlokasi berdekatan dengan tempat wisata, The Lodge.

Suasana sejuk, penuh dengan sayuran segar nan hijau rombongan disambut. Kang Antri, Ketua P4S Mancakal menyambut langsung dan memberikan presentasi tentang kiprah P4S Mancakal. Seluruh peserta kunjungan mendengarkan dengan seksama sekaligus diskusi secara mendalam dengan salah satu tokoh pertanian milenial di Lembang ini.
“Semoga dengan pertukaran informasi mengenai pertanian ini, bisa memicu kalian untuk memajukan pertanian lebih baik lagi, apalagi di era sekarang. Tidak bisa mengandalkan ilmu, namun keahlian di lapangan secara langsung. Bukan hanya meningkatkan produksi namun memikirkan bagaimana menjual produk berkualitas ekspor”, pesan kang Antri kepada seluruh peserta. SY/TYA