Mentan Panen Raya Padi Rawa Pasang Surut
Swadayaonline - Lahan padi yang ditanam di Wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan sebagian besar adalah rawa lebak. Produksi padi rawa lebak tersebut musim panen 2015 mencapai 4,5 ton gabah kering panen/hektar. Saat ini masyarakat taninya sudah mampu meningkatkan dari satu kali panen menjadi dua kali panen setiap tahun, selain itu sudah mampu meningkatkan luas tanam padi rawa lebak dari 640 ha menjadi 900 ha melalui upaya khusus yang dilakukan Kementerian Pertanian bersama TNI dan pemerintah setempat.
16 kecamatan mencakup 241 desa di Kabupaten OKI juga telah berhasil meningkatkan indek penanaman dari lahan yang belum tergarap seluas 16.003, kini telah tergarap seluas 11 ribu hektar pada lahan rawa lebak. Bahkan untuk mempercepat masa pasca tanam lahan rawa lebak, pemerintah daerah mengembangkan sistem irigasi sesuai kondisi lahan menggunakan pipanisasi dan pompa air dengan memanfaatkan aliran Sungai Ogan, serta melakukan penanaman kembali bibit padi IP200 bersama kelompok tani. Sehingga diharapkan dapat lebih meningkatkan indek pertanaman yang terbesar di beberapa titik potensial.
Beberapa waktu lalu, Menteri Pertanian Andi Arman Sulaiman melakukan panen raya dan tanam perdana IP 200 padi rawa pasang surut di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Hal tersebut sesuai dengan program pemerintah mengenai tanam cepat, tidak boleh ada lahan pertanian yang tidak difungsikan. Dalam sambutannya Amran meminta kepada petani di wilayah Kabupaten OKI untuk tidak ketergantungan iklim dalam menjalan pekerjaan sebagai petani padi, karena petani sekarang sudah dibantu oleh pemerintah pusat melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) telah memberikan berbagai macam alat petani modern untuk petani secara gratis.
Pada panen sawah rawa lebak juga diperkenalkan teknologi pertanian yaitu mensin pertanian untuk tanam sekaligus cacah, sehingga setiap habis panen petani bisa langsung tanam lagi karena mesin tersebut sudah langsung melakukan cacah atau pengolahan tanah. “Alat panen sudah dibantu, hantraktor sudah ada, alat tanam sudah ada, kalau lahannya kering sudah dibantu pompa air, sudah ada irigasi, bahkan pemerintah juga membantu benih secara gratis, begitu juga minyak solar untuk operasional alat dibantu juga oleh pemerintah,” tegas Amran.
Dahulu petani sawah lebak petani hanya tanam padi setahun sekali, untuk sekarang ini petani harus bisa menanam padi setahun 2 kali bahkan bisa lebih. Selama ini petani tidak bisa tanam dua kali (IP200) karena alasan iklim, seperti belum musim hujan, air belum surut, kemarau dan sebagainya, sekarang hal itu tidak lagi menjadi alasan, alat pertanian modern sudah di bantu dan sudah sampai ke tangan petani dan siap untuk digunakan. Andi Amran juga memberikan bantuan alat dan mesin pertanian seperti 14 handtraktor, 1 comband atau alat panen dan bantuan dana petani yang mengalami puso untuk 16 kelompok tani di Kecamatan Air Sugihan sebesar Rp6.987.322.500. Menurutnya dana tersebut karena di daerah itu tahun lalu terkena dampak kekeringan akibat musim kemarau. Sekarang petani jangan takut gagal panen, bahkan bila perlu lahan pertanian akan asuransikan dan hasil panen petani akan langsung diserap oleh pihak Bulog.
Amran mengungkapkan agar para petani jangan cemas dan takut ketika harga beras turun saat musim panen. "Ada Bulog yang akan menyerap (membeli), jangan takut. Harga akan tetap stabil," ujarnya. Tak hanya untuk mengurangi kekhawatiran para petani soal harga, hal itu juga diungkapkan untuk menepis anggapan bahwa saat terjadi musim panen harga beras cenderung turun di tingkat pasar. Meski Metan meyakini bahwa Bulog akan menyerap beras petani saat panen, tetapi pada kenyataannya serapan Bulog di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI, masih belum maksimal. Lantaran belum maksimal, petani terpaksa menjual hasil panennya ke tengkulak.
Ketua gabungan kelompok tani (Gapoktan) Kumala, Sugiono mengatakan bahwa kalau harga lagi tinggi, beras dijual ke tengkulak Rp 8.900/kg. Tapi rata-rata harga normalnya hanya Rp 8.200/kg, atau bahkan hanya Rp 7.000 per Kg. dirinya berharap pemerintah dapat dengan cepat menyerap beras petani sehingga harga beras di saat musim panen tetap terjaga. "Saya harap upaya Bulog untuk menyerap hasil panen petani bisa menjaga harga," ujarnya.
“Jika petani ada kendala di lapangan, silahkan sampaikan ke pemerintah, langsung kita bantu solusinya, masalah pupuk, jika pupuk ureanya tidak kunjung turun, maka pejabatnya yang diturunkan, saya berikan apresiasi setinggi-tinginya atas bantuan pendampingan dari Babinsa/TNI yang membantu petani,” ucap Amran. Bupati OKI H Iskandar SE mengatakan, bahwa Pemerintah Daerah saat ini sangat terbantu oleh pemerintah pusat, terutama dalam upaya meningkatkan produksi padi di OKI. “Ratusan alat pertanian sudah diterima oleh kelompok tani se-Kabupaten OKI, bantuan itu betul-betul membantu petani dalam bercocok tanam, selama ini petani yang biasa mengandalkan alam dan menggunakan alat manual seperti cangkul dan sebagainya, hal itu tidak ada lagi, sudah menggunakan alat pertanian modern,” tegasnya.
Menurut Iskandar, berkat dukungan pemerintah pusat, dan upaya keras dari pemerintah daerah, OKI tahun 2015 mampu meningkatkan produksi padi sebanyak 12,9 persen “Di Tahun 2015 lalu, Kabupaten OKI mampu memproduksi padi sebanyak 639.545 ton dari luas panen 139.839 hektar, sehingga OKI masuk 5 besar daerah penghasil padi terbesar. Saat ini pemerintah menargetkan tahun 2016, OKI mampu memproduksi padi sebanyak 851.511 ton gabah kering dari luas panen 186.326 hekater dan luas tanam 195.106 hektar. Target produksi padi tersebut dapat tercapai melalui hasil panen padi reguler sebesar 597.624 ton, ditambah hasil dari budidaya padi inhibrida dengan jajar legowo sebanyak 15.278 ton dan hasil dari kegiatan lain sebanyak 238.609 ton. “Kami yakin target 851.511 ton itu bisa tercapai, apalagi kita mendapat kuota cetak sawah baru sebanyak 10.000 hektar,” ujar Iskandar.
Kepada Dinas Pertanian OKI, Syarifudin SP MSi mengatakan produksi padi di OKI didukung oleh lahan pertanian seluas 120.480 ha sawah lebak, irigasi seluas 650 ha, sawah tadah hujan seluas 36.411 hektar, sawah lebak 57.603 hektar, folder 5.175 hektar dan sawah pasang surut 20.641 hektar. Pangdam II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Purwadi Mukson mengatakan, bantuan TNI terhadap pertanian sebagai wujud dukungan pemerintah dalam swasembada pangan yang dicanangkan beberapa waktu lalu, pihaknya siap membantu ketahanan pangan dengan melakukan swasembada beras dan lainnya. SY
