Kementan Tandatangani Kontrak Pengadaan Barang
Swadayaonline - Untuk mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan Kementerian Pertanian tahun anggaran 2016, telah melaksanakan percepatan pengadaan barang dan jasa pertanian. Dalam pengadaan barang tersebut sejak bulan Nopember dan Desember 2015, telah dilakukan proses pelelangan dan beberapa pihak ketiga telah ditetapkan.
Pengadaan barang dan jasa tersebut dilaksanakan sesuai Perpres 172 tahun 2014 melalui penunjukan langsung dan menggunakan e-Katalog sehingga bisa langsung ditetapkan, dan pada bulan Januari 2016 teloah dilakukan penandatanganan kontrak dengan pihak ketiga senilai Rp. 34.656.272.522.000 sehingga bulan Januari 2016 bantuan barang tersebut sudah bisa didistribusikan kepada para penerima manfaat yaitu Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
Menteri Pertanian merincikan pengadaan barang dan jasa senilai Rp34,6 triliun, yang terbagi atas lelang Rp. 30,06 triliun dan Rp4,6 triliun untuk alat mesin pertanian (Alsintan) yaitu pupuk bersubsidi dengan PT. Pupuk Indonesia Holding Company senilai 30.06 triliun, percetakan sawah dengan Zeni Kodam Rp. 1.54 triliun dan dengan Zeni TNI AD senilai RP. 1.76 triliun, benih bersubsidi dengan PT. Pertani dan PT. SHS masing-masing Rp. 404,4 miliar, alsintan prapanen dengan 6 perusahaan sebanyak 11 kontrak senilai Rp. 360 miliar, alsintan pasca panen padi dengan Kubota Rp. 8,32 miliar, asuransi pertanian dengan PT. Jasindo Rp. 114 miliar, fasilitasi keamanan kantor dan lingkungan Ditjen Horti Rp. 723,5 35juta, pemeliharaan gedung Ditjen Horti Rp. 637,587juta. Untuk obat, vitamin, mineral sapi donor dan calon donor, mineral sapi resipien dan calon bibit dengan CV Inayah Selaras Rp. 308,6 juta, dan hijauan pakan ternak dengan kelompok ternak Sukabumi senilai Rp. 180 juta.
Mentan menambahkan bahwa kontrak pengadaan barang dan jasa sudah dapat dilaksanakan sejak penandatanganan kontrak tersebut, pasalnya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di lingkungan Kementerian Pertanian telah diterbitkan. Penandatangan kontrak pengadaan barang dan jasa tersebut, dihadiri oleh 300 mitra pihak ketiga yang terdiri dari unsur pimpinan dan jajaran PT PHIC, Zeni Kodam dan Zeni TNI AD, PT Pertani, PT Shang Hyang Seri, Kubota, PT Jasindo dan lainnya.
Pajale
Kementerian Pertanian juga melakukan refocusing anggaran terhadap kegiatan yang dipandang kurang efektif yang digunakan untuk meningkatkan produksi dan percepatan program swasembada yaitu meningkatkan komoditas strategis yaitu Pajale, gula, daging sapi, cabai dan bawang. Anram mengatakan secara umum bantuan pemerintah tahun 2016 lebih besar dibandingkan tahun 2015. Hal tersebut dilakukan sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo pada Sidang Kabinet Paripurna 23 Desember 2015 untuk mempercepat penyerapan anggaran di awal 2016 demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan agar bantuan pemerintah sudah bisa didistribusi kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) tepat waktu.
Percetakan Sawah
Dengan demikian, pada tahun 2016 ini Kementan akan menyalurkan lebih dari 100 ribu unit alsintan, pencetakan sawah 200.000 hektar, membangun 3.500 unit embung, dam-parit, sumur dangkal dan sumber air, pengadaan 50.000 sapi indukan sebagai mesin produksi sapi, dan lainnya. Implementasi kegiatan di daerah dilakukan secara masif dengan menempatkan pejabat pusat di setiap kabupaten, melibatkan Babinsa, penyuluh, KTNA, dosen dan mahasiswa bersama-sama petani terjun di lapangan. Kejaksaan Agung dan Polri juga dilibatkan untuk mengawal program sehingga berjalan sesuai dengan rambu-rambu ketentuan yang berlaku.
Kinerja produksi pangan strategis 2016 diyakini akan naik lagi, mengingat realisasi kegiatan 2015 berupa rehabilitasi jaringan irigasi 2,4 juta ha, optimalisasi lahan 1 juta ha dan kegiatan lainnya akan berdampak pada peningkatan produksi 2016. Demikian juga kegiatan bantuan benih disalurkan di luar lokasi eksisting, pengadaan benih dan pupuk dengan penunjukan langsung dan alsitan dengan e-kalatog diyakini akan langsung dimanfaatkan petani secara tepat waktu sesuai musim. Cara-cara ini berdampak pada luas tambah tanam dan produktivitas pangan. SY
