Asosiasi Gapoktan Gresik Semangat Berusaha Tani Dimasa New Normal
udin abay | Selasa, 14 Juli 2020 , 09:10:00 WIB
Swadayaonline.com - Asosiasi Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan di Kecamatan Driyorejo berdiri pada 9 Mei 2014 atas keinginan dari para pengurus Gapoktan se-Kecamatan Driyorejo yang menginginkan adanya pertemuan rutin tiap bulan dan difasilitasi oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Driyorejo.. Adapun Susunan Kepengurusan Asosiasi Gapoktan Driyorejo dibentuk berdasarkan hasil musyawarah mufakat seluruh anggota. Periode pertama masa kepengurusan, anggota asosiasi berjumlah 30 orang yang mewakili 16 enam belas desa dan 4 kios di Kecamatan Driyorejo
Sesuai kesepakatan seluruh anggota, per gapoktan membayar iuran sebesar Rp.10.000 per bulan untuk kas asosiasi gapoktan. Arisan per anggota sebesar Rp.50.000 per bulan untuk pertemuan bulanan bagi yang mendapat arisan. Disamping itu ada juga buku tabungan bagi anggota yang ingin menabung untuk kegiatan rutin diakhir tahun yakni kegiatan study banding.
Pada periode kedua kepengurusan, anggota asosiasi gapoktan meningkat jumlahnya menjadi 40 orang. Sedangkan pada periode ketiga kepengurusan tahun ini, anggota bertambah menjadi 50 orang dan 5 kios tani.
Kelompok tani (Poktan) yang terdapat di Kecamatan Driyorejo berjumlah 46 poktan dan 16 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Sedangkan jumlah petani yang telah menjadi anggota poktan sebanyak 3.637 orang, tersebar di 16 desa se- Kecamatan Driyorejo.
Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Driyorejo, Bambang Pujaratna beserta seluruh penyuluh di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Driyorejo, mengatakan bahwa, Organisasi Asosiasi Gapoktan Kecamatan Driyorejo ini berjalan dengan baik dan sesuai yang diharapkan oleh seluruh anggota. “Tujuan utama organisasi ini adalah agar Anggota Asosiasi Gapoktan mempunyai landasan yang jelas dalam melaksanakan kegiatan di bidang pertanian, dan dapat dijadikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan yaitu meningkatnya produktivitas, meningkatnya kuantitas dan kualitas, adanya efisiensi usaha, meningkatnya kemampuan kelembagaan dan pemberdayaan petani selaku pelaku utama dan pelaku usaha,” ujar Bambang Pujaratna.
Asosiasi Gapoktan Kecamatan Driyorejo, selama periode awal pembentukan sampai sekarang, telah melaksanakan beberapa kegiatan study banding sebanyak 4 kali. Seperti study banding budidaya jamur tiram di Pacet Mojosari Kabupaten Mojokerto, yang kedua ke Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna Pandaan Kabupaten Pasuruan. Pada kegiatan study banding yang kedua ini, output yang diperoleh agar anggota asosiasi dapat mengambil manfaat dan menerapkan hal yang positif untuk diterapkan di dalam kegiatan usaha tani di wilayah masing- masing anggota. Study Banding yang ketiga ke Republik Lele dan PT. Wiranusa Pare Kediri yang bertujuan agar berbudidaya lele dengan baik dan menjalin kemitraan dengan PT. Wiranusa selaku produsen benih sayuran dan tanaman pangan. Sedangkan study banding yang ke 4, Asosiasi Gapoktan belajar tentang teknologi pertanian di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Kabupaten Pacitan.
Untuk menunjang kegiatan asosiasi, dukungan berupa pembinaan baik teknis maupun manajerial dari penyuluh pertanian BPP Driyorejo maupun Dinas/Instansi di tingkat kabupaten sangat penting. Kerjasama dan koordinasi yang baik dengan pemerintah setempat (desa dan kecamatan) juga dilakukan demi kelancaran kegiatan yang akan dilaksanakan. Terutama dimasa pandemic Covid 19 dan diberlakukannya New Normal, semakin mengintensifkan peran dari Kostratani agar petani tetap semangat dalam melakukan usaha taninya. Hal ini dibuktikan oleh kesungguhan petani dalam melakukan olah, tanam dan panen untuk menjaga stok pangan aman.
Menteri Pertanian Indonesia Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa Kostratani merupakan program pembangunan pertanian berbasis teknologi informasi untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan yang bermuara pada kesejahteraan petani.
Hal ini juga ditegaskan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang menyampaikan bahwa Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) merupakan gerakan pembangunan pertanian yang berbasis kecamatan dalam rangka mengoptimalisasi fungsi penyuluhan.
“Kostratani itu adalah revitalisasi BPP (Balai Penyuluhan Pertanian), artinya membangunkan kembali BPP dan penyuluhnya melalui pelatihan peningkatan kapasitas penyuluh, petani dan sebagainya,” tegas Dedi. SY/BNG/YNI
