Gejolak Politik Cemaskan Pengusaha Tambang

zonalima.com - Gejolak politik yang saat ini dipertontonkan di parlemen mengkhawatirkan kalangan industri dan investor, khususnya yang bergerak di sektor tambang. Faktanya, optimisme yang mencuat tinggi dengan aksi pembelian bersih investor asing secara kumulatif sebesar Rp57,26 triliun pasca terpilihnya Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sebagai presiden mendadak berbalik arah usai digelarnya pemilihan Ketua DPR.

"Aksi jual investor asing secara kumulatif tercatat Rp46,596 triliun yang terjadi sejak UU Pilkada ditetapkan dan mencapai puncaknya saat Ketua DPR RI dilantik," kata Ketua Umum  Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (Apemindo) Poltak Sitanggang, di Jakarta, Jumat (10/10).

Poltak mengatakan, hal yang sama terlihat pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah di bursa yang mengalami penurunan drastis. Turunnya IHSG dan nilai tukar rupiah  tak lepas dari pengaruh gejolak politik yang tak memberi kepastian bagi para investor.

"Bagi industri pertambangan, situasi ini merupakan isyarat nyata bahwa politik yang gaduh dan kisruh politik yang berkepanjangan di parlemen akan memicu ketidakpercayaan investor dan dunia usaha terhadap kepastian berusaha dan berinvestasi di dalam negeri," katanya.

Arogansi kekuasaan yang terlihat jelas di gedung DPR serta  MPR, sambung Poltak, membuat kalangan investor yang semula percaya  iklim usaha di Indonesia  akan semakin baik di era Jokowi-JK berubah drastis dengan komposisi parlemen yang terlihat jelas dikuasai oleh kubu oposisi pemerintah. (Agus Surya)