Dukung Food Estate, BPPSDMP Sosialisasikan Pengembangan Kawasan di Humbang Hasundutan
udin abay | Minggu, 13 September 2020 , 16:04:00 WIB
Swadayaonline.com - Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian mendukung kesiapan SDM pertanian untuk Pengembangan Kawasan food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, program Food Estate dilatar belakangi oleh Perubahan Lingkungan Strategis, yakni adanya pandemi Covid-19 dan peringatan musim kemarau oleh FAO dan BMKG, ancaman krisis pangan, ketersediaan pangan bagi 267 juta penduduk dan restriksi ekspor pangan global.
Kemudian kendala atau hambatan yang terjadi adalah terganggunya produksi pertanian, penurunan daya beli masyarakat terhadap permintaan produk pertanian, terganggunya distribusi pangan, kekhawatiran petani terpapar Covid-19, potensi terjadinya krisis pangan, alih fungsi lahan pertanian produktif dan terganggunya stok pangan nasional.
“Sehingga, untuk mencapai penguatan ketahanan pangan dilakukan program terobosan pengembangan Kawasan Food Estate di beberapa lokasi salah satunya di Kabupaten Humbang Hasundutan. Food estate akan memanfaatkan lahan seluas 1.000 hektar untuk tanaman hortikultura seperti kentang, bawang merah dan bawang putih. Total keseluruhan lahan yang akan digunakan adalah 30.000 hektar,” katanya, Jumat (11/9).
Sedangkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan pembangunan SDM pertanian ini sesuai dengan fokus pembangunan Presiden.
“Presiden Jokowi berkali kali mengatakan bahwa 5 tahun di dalam pemerintahan beliau akan focus pada peningkatkan Sumber Daya Manusia untuk Indonesia Maju, Mandiri dan Modern. Bahkan beliau juga mengungkapkan bahwa Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia utamanya adalah melalui pendidikan vokasi,” katanya.
Dedi menambahkan, pengembangan korporasi petani menjadi fokus kegiatan Kementerian Pertanian pada Pengembangan Kawasan food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
“Kostratani berperan penting dalam mendukung petani menguasai produksi dari hulu ke hilir, dalam hal ini penyuluh mendampingi dan memfasilitasi petani untuk dapat memahami dan menguasai sistem produksi dari hulu ke hilir,” jelasnya.
PT Indofood siap berkolaborasi dengan penyuluh dalam pendampingan terkait peningkatan kompetensi petani. Mulai bulan Oktober akan dilakukan sosialisasi dan verifikasi terhadap petani yang disampaikan oleh Kementerian Pertanian. Selanjutnya PT Indofood siap melakukan pendampingan bagi petani, membantu penyediaan bibit dan menampung hasil panen petani.
Sosialisasi Pengembangan Kawasan Food Estate Kabupaten Humbang Hasundutan dilaksanakan pada Sabtu (12/09) di BPP Pollung yang berlokasi di Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara.
Narasumber dalam kegiatan ini terdiri dari Inspektur I, Inspektorat Jenderal; Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura; Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Litbang Pertanian; Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP; dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa sosialisasi dilakukan dengan tujuan untuk menyamakan persepsi terhadap kegiatan pengembangan kawasan pangan skala luas.
“Kita juga menyamakan persepsi agar tersusunnya rencana kerja pembinaan dengan strategi membentuk tim dan dan menyusun rencana kerja pembinaan, menyusun materi sosialisasi, melakukan kegiatan sosialisasi atau memberikan pemahaman kepada stakeholder mengenai kegiatan pengembangan kawasan pangan skala luas (food estate) dan menyusun laporan,” katanya.
Dalam sosialisasi ini para pemangku kepentingan sepakat akan membantu dan mendukung suksesnya Food Estate di Humbang Hasundutan (Humbahas) terlebih adanya dorongan dari penyuluh dan mahasiswa.
Kabupaten Humbahas akan melibatkan sekitar 150 penyuluh swadaya dan 50 mahasiswa terdiri dari 30 orang mahasiswa Polbangtan Medan, 5 orang mahasiswa Universitas Tapanuli Utara, 10 orang alumni Polbangtan Medan dan 5 orang alumni USU serta 5 orang Dosen Pendamping.
Masyarakat di Kabupaten Humbahas sangat antusias dengan adanya program Food Estate karena lahan yang menjadi target Food Estate adalah lahan yang sudah lama tidak dimanfaatkan karena tidak ada yang mengolah sehingga dengan adanya program ini akan meningkatkan pengembangan pembangunan pertanian di Kabupaten Humbahas dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya petani.
Kelompok tani yang terlibat dalam program Food Estate di Kabupaten Humbahas berjumlah 7 kelompok tani yang terdiri dari 171 orang petani. Rincian kelompok tani (Poktan): Poktan Ria Kerja dengan anggota 24 orang dan luas lahan 35 Ha; Poktan Sehati dengan anggota 22 orang dan luas lahan 35 Ha; Poktan Maju dengan anggota 25 orang dan luas lahan 30 Ha; Poktan Rias Berkarya dengan anggota 21 orang dan luas lahan 25 Ha; Poktan Mekar jaya dengan anggota 30 orang dan luas lahan 25 Ha dan Poktan Harapan Jaya dengan anggota 26 orang dan luas lahan 25 Ha.
Sementara Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Utara mengutarakan siap mendukung program Food Estate dan akan melaksanakannya sesuai tanggung jawab yang ditugaskan pada provinsi. SY/VTR/LL/PUSDIK
