Beras Merah Tabanan Tembus Pasar Amerika

udin abay | Kamis, 08 Februari 2018 , 23:58:00 WIB

Swadayaonline.com - Bali seakan tiada habis membuat kejutan dan kekaguman yang luar biasa.  Baik dari sisi budaya, pariwisata maupun sumber daya alamnya. Kejutan luar biasa dari Bali itu mulai dari tanam tanam panen panen hingga red rice goes to America. I Wayan Suka Arta, seorang petani muda inovatif berasal dari Kabupaten Tabanan mampu membuat terobosan baru ke Amerika melalui perusahaannya, UD Karya Sejahterah. 

Ya, beras merah lokal Cendana mampu menembus pangsa Amerika dari sebuah Desa di Tabanan, yaitu Desa Piling dan Desa Mengesta, Kecamatan Penebel. Sebanyak 11 ton beras merah dan tepung beras merah telah sukses diekspor perdana tanggal 20 Januari lalu. Masyarakat sekitar desa ini terus berupaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitasnya melalui inovasi teknologi benih muda (umur benih 20 hari) dengan Sri modifikasi sehinga saat ini produktivitasnya mencapai 7 sampai 8 ton/hektare. 

Rencana kedepan daerah ini akan menjadi kawasan beras merah dengan areal 400 hektare yang terdiri dari Subak Jatiluwih, Subak Mutu dan Subak Wangajaya Petang diharapkan menjadi produsen beras merah terbesar di Bali bahkan Indonesia. Potensi alam nan indah menjadi destinasi wisata pemandangan sawah terasering terbaik Jatiluwih sudah sangat terkenal di mancanegara, daerah pesawahannya ditata bertingkat dan berundak mampu mempertontonkan pemandangan yang luar biasa indah. Lengkap sudah kawasan ini sebagai tujuan wisata alam sekaligus sebagai produsen beras merah lokal Cendana dan  menguatkan citra Tabanan sebagai lumbung beras di provinsi Bali. 

Sosok inspiratif I Wayan Suka Arta atau yang biasa disapa dengan Wayan Arta sebagai petani muda, sudah dikenal oleh masyarakat, karena mampu menghimpun para petani dan bermitra mengembangkan beras merah untuk di ekspor. Menurut petani muda ini, ada dua jenis beras merah yaitu beras merah Cicih dan beras merah Jatiluwih yang dibudidayakan di Penebel.  

Penebel juga melahirkan sosok inspiratif lainnya yaitu I Nengah Suarsana pemilik dan pendiri Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Somya Pertiwi yang sudah terlebih dahulu malang melintang di dunia pertanian sebagai pelopor beras merah organik di Kabupaten Tabanan. Berbagai penghargaan telah diraih oleh P4S Somya Pertiwi ini diantaranya penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Jokowi  karena konsistensinya terhadap pembangunan pertanian.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Malang sebagai salah satu pembina P4S Somya Pertiwi sangat bangga dan mengapresiasi terhadap prestasi yang diraih serta banyak berkontribusi terhadap konsistensi dalam pembangunan pertanian. Apresiasi ini disampaikan oleh kepala BBPP Ketindan bersama para pejabat dari Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan dan Dinas Pertanian Provinsi Bali yang berkunjung ke P4S Somya Pertiwi dan UD Karya Sejahtera . 

Selanjutnya Kepala BBPP Ketindan, Kresno  Suharto yang juga sebagai penanggung jawab Upsus Bali mengharapkan agar P4S  Somya Pertiwi bisa terus mencetak ribuan petani lagi yang handal melalui pelatihan/ permagangan pertanian serta konsisten terhadap mutu produk unggulan yaitu beras merah organik. SY/YNI