Penyuluh Pertanian Demak Dukung Keberhasilan Program Food Estate

udin abay | Kamis, 26 Agustus 2021 , 20:16:00 WIB

Swadayaonline.com -:Balai Besar Pelatihan Pertanian (Balai Besar Pelatihan Pertanian) bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak kembali menggelar Pelatihan Teknis Tematik bagi Penyuluh Pertanian Kabupaten Demak, untuk mendukung Program Food Estate. Food Estate merupakan pengembangan kawasan tanaman pangan skala luas secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan, dengan tujuan memenuhi ketersediaan pangan nasional secara kuantitas dan kualitas. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menyatakan ada 5 hal utama tentang Food Estate, “Program ini tidak hanya sekadar tanaman padi, tetapi juga komoditas lainnya. Program Food Estate harus tersentuh mekanisasi, koordinasi lintas sektoral penting karena merupakan upaya penyediaan pangan masyarakat, Food Estate harus menjadi contoh untuk diimplementasikan di wilayah lain, dan  Food Estate harus memprioritaskan industri hilirisasi, juga penting untuk mewujudkan korporasi sehingga perekonomian dan kesejahteraan petani dapat meningkat.”

Sumber daya manusia pertanian baik petani, penyuluh pertanian, dan lainnya merupakan kunci keberhasilan program pembangunan pertanian. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menyampaikan, “SDM adalah faktor kunci penentu peningkatan produktivitas, karenanya penting untuk ditingkatkan kapasitasnya melalui pelatihan dimana Food Estate menjadi prioritas pembangunan pertanian saat ini”, jelas Dedi.

Pelatihan di Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah diikuti oleh 60 orang Aparatur/Penyuluh Pertanian (2 angkatan) dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan dan pengendalian covid-19 yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Selama berlatih 3 hari efektif mulai 25-27 Agustus 2021, peserta diberi materi secara klasikal maupun praktik oleh Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak dan Widyaiswara BBPP Lembang sebagai fasilitator. Untuk pelatihan aparatur, materi inti yang disampaikan adalah: Kelembagaan; Pemasaran; Simluhtan; E-RDKK;Budidaya jagung mulai dari persiapan lahan, persiapan tanam, pemeliharaan, pemupukan, dan pengendalian OPT; Alsintan; dan Pascapanen. 

Pembukaan pelatihan untuk peserta Aparatur yang diselenggarakan di Rumah Makan Kalijaga, Rabu (25/08/2021) oleh Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Penyuluhan Pertanian, Sri Lestari. “Kabupaten Demak siap mendukung Food Estate untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern,” ungkapnya. Geliat pertanian di Kabupaten Demak dengan potensi pertanian utamanya di tanaman padi, bersama dengan Kabupaten Cilacap dan Grobogan sebagai lumbung pangan di Jawa Tengah, di berbagai aktivitas terus digenjot. “Saat ini bekerjasama dengan Ditjen Sarana Prasarana Kementerian Pertanian, kami berupaya bagaimana meningkatkan IP di lahan sawah tadah hujan dengan membangun sumur dalam yang dengan kapasitas 15 liter/detik dapat mengaliri 10-20 hektar sawah dengan syarat ada cadangan air tanah di dalamnya. Ini untuk menciptakan petani yang mandiri, karenanya dibutuhkan motivasi kepada petani yang disampaikan oleh para penyuluh di lapangan” jelas Sri. Disampaikannya pula tentang penyerapan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan berbagai program keringanan dari perbankan yang bekerjasama dengan pemerintah untuk memudahkan akses permodalan petani.

Hari pertama, fasilitator yang merupakan Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Subandono, menyampaikan materi tentang Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) dan e-RDKK 2020. “Sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) penerimaan pupuk subsidi dan Kartu Tani yang diterapkan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran pupuk bersubsidi. e-RDKK juga bisa meminimalisasir data ganda penerima bantuan pupuk bersubsidi,” ujar Subandono.

Hari kedua, salah satu tim fasilitator dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Lilis Ayu menyampaikan materi bagaimana pemeliharaan alat mesin pertanian dan teknik budidaya padi. Widyaiswara BBPP Lembang, Saptoningsih, menyampaikan materi peran BPPSDMP dalam kebijakan Program Food Estate dilanjutkan Kelembagaan dan Pemasaran. “Kelembagaan petani melalui pembentukan korporasi penting untuk kemajuan bisnis pelaku usaha kita dengan bimbingan para penyuluh,” jelas Saptoningsih.

Untuk lebih memahami materi pelatihan, peserta melakukan praktik materi pelatihan yaitu pemanfaatan alsintan transplanter untuk penanaman padi, satu persatu peserta mencoba mengoperasionalkan transplanter. Peserta juga praktik persemaian padi mulai dari persiapan media tanam, memasukkannya kedalam tray persemaian, menyebar benih padi hingga pemeliharaan dengan melakukan penyiraman. 

Singgih Karyanto, salah satu peserta menyampaikan kesannya, “Pelatihan ini bermanfaat bagi kami sebagai penyegaran bagi kami tentang informasi terbaru program Pemerintah Pusat yang harus kami jalankan terkait pendampingan kepada petani,” jelasnya. SY/YKO/CHE