Dampak Tanggul Jebol, Petani Sumedang Manfaatkan Asuransi Pertanian

udin abay | Minggu, 26 September 2021 , 11:54:00 WIB

Swadayaonline.com - Pertanian Desa Ujungjaya, Kabupaten Sumedang mempunyai 1.691 hektar lahan sawah padi, 700 hektar lahan darat. Menurut Acang, Kordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Sumedang, bulan Agustus 2021 petani mengalami musibah karena jebolnya bendungan Cariang.

“Dengan Jebolnya tanggul tersebut, 20 hektar terkena dampaknya, ada yang gagal panen dan sebagian masih bsia diselamatkan. Dan sekarang otomatis pengairan menjadi terganggu”, ujarnya.

“Berkat kesigapan brigade alsintan dari Dinas Provinsi dan Kabupaten, melalui 8 mesin pompa dapat menarik air dari sungai-sungai untuk dialiri ke sawah, sehingga pengairan kini sudah normal kembali. Sedangkan pertanian yang gagal panen akibat dampak jebolnya tanggul, sudah melakukan klain untuk mendapatkan asuransi”, kata Aceng.

Dirinya menambahkan, melalui penyuluh pertanian sudah gencar melakukan sosialisasi tentang asuransi pertanian dan hampir seluruh petani sudah mengetahui. Namun sampai saat ini tidak semua kelompok tani (Poktan) mengikutinya. Padahal asuransi tersebut sangat murah dan sudah mendapat subsidi dari pemerintah yaitu petani hanya membayar Rp. 36.000/musim tanam.

Kabupaten Sumedang, merupakan salahsatu wilayah yang masuk dalam proyek Integrated Partisipatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP), atau Proyek Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi Terpadu secara Partisipatif, dilaksanakan di daerah irigasi. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan, IPDMIP harus bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda).

"Saya minta kepada seluruh pengelola IPDMIP, baik di tingkat pusat, NPIU, Provinsi, PPIU, Kabupaten, secara sinergi bahu membahu saling dukung melaksanakan program ini dengan sebaik baiknya. Inti dari program IPDMIP adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani terutama di daerah irigasi. ," ujar Dedi Nursyamsi.

"Proyek IPDMIP bisa memberikan pengetahuan baru kepada penyuluh Kostratani bagaimana caranya meningkatkan pertanian di daerah irigasi. Hal ini juga bisa disampaikan penyuluhan kepada petani. Sehingga transformasi ilmu bisa terjadi. Dan petani benar-benar mampu merasakan manfaat dari kehadiran IPDMIP," tambah Dedi.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan jika salah stau tujuan IPDMIP adalah meningkatkan pendapatan petani. "Tentu kita berharap program IPDMIP bisa memberikan dampak lebih untuk pertanian. Karena program ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan pertanian, khususnya di daerah irigasi. Yaitu melalui peningkatan produktivitas, pembukaan akses pasar, dan jasa keuangan," katanya. ​SY/CHA