Melalui Proyek UPLAND, Kementan Optimalkan Potensi Manggis Kabupaten Lebak

udin abay | Selasa, 28 Maret 2023 , 15:05:00 WIB

Swadayaonline.com - Tahun 2023 merupakan tahun ketiga pelaksanaan proyek UPLAND di Kabupaten Lebak. Sebagai informasi, Proyek UPLAND merupakan kegiatan pertanian di dataran tinggi yang komprehensif, mulai dari pengembangan on-farm sampai off-farm. Proyek percontohan UPLAND telah berlangsung di empat belas Kabupaten di Indonesia.

Di Kabupaten Lebak, UPLAND dikembangkan pada lahan seluas kurang lebih 500 hektar dengan komoditas manggis. 

Disampaikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, pengembangan dan perluasan lahan untuk pengembangan komoditi pertanian secara spesifik merupakan tujuan utama pemerintah dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Syahrul juga mengatakan bahwa daerah dataran tinggi memiliki potensi lahan yang masih sangat besar yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan hortikultura, tanaman pangan, dan perkebunan. 

Karenanya, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus menggenjot produktivitas pertanian di wilayah UPLAND salah satunya melalui Pelatihan Pemasaran dan Rantai Nilai Produk Pertanian. Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, terus mengingatkan pentingnya peningkatan kapasitas SDM pertanian sebagai kunci pembangunan pertanian.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai salah satu UPT pelatihan dipercaya sebagai penyelenggara pelatihan tersebut. Ini merupakan kerja sama antara International Fund for Food Agriculture (IFAD), Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, dan BBPP Lembang.

Pelatihan diselenggarakan selama 2 hari efektif bertempat di Hotel Puteri Gunung, Lembang pada 17-19 Maret 2023. Peserta merupakan 23 orang penyuluh Kabupaten Lebak, Banten.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, saat membuka kegiatan menyampaikan, “Kabupaten Lebak memiliki potensi buah manggis dengan kualitas yang baik. Tentu ini harus terus dioptimalkan salah satunya adalah dengan mengasah kemampuan para petani dan penyuluhnya”. Menurut Ajat selain menguasai teori pertanian, seperti petani, penyuluh juga harus memiliki jiwa wirausaha dan mampu menangkap peluang.

Kepala Dinas Kabupaten Lebak, Rahmat S., menyatakan dukungannya atas terselenggaranya pelatihan ini. Menurutnya, ini dapat menjadi amunisi untuk meningkatkan nilai tambah manggis dan meningkatkan kesejahteraan petani manggis di Kabupaten Lebak.

Pembukaan dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen kerja sama antara BBPP Lembang dan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak.

Selama berlatih, peserta mendapat dua materi inti yakni Pengembangan Usaha Produk Hortikultura dan Strategi Pemasaran Produk Hortikultura, khususnya komoditas manggis. Fasilitator berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Lebak dan Widyaiswara BBPP Lembang. Melalui rangkaian pelatihan ini diharapkan penyuluh dapat menyebarkan kembali ilmu yang didapat dan meningkatkan kualitas “The Queen of Tropical Food” yang saat ini tengah menjadi salah satu andalan ekspor Kabupaten Lebak. DRY/YKO