Prospek Bawang Merah Melalui Penanganan Pasca Panen Dan Olahan Hasil Di Blitar

udin abay | Minggu, 31 Desember 2023 , 21:08:00 WIB

Swadayaonline.com - Bawang merah merupakan komoditas yang strategis karena dibutuhkan semua orang baik dimanfaatkan sebagai bumbu dapur maupun produk industri farmasi. Komoditas bawang merah Ketika tersedia sangat melimpah  biasanya harga sangat merosot, tetapi jika ketersediaan sangat minim, harga bisa sangat melejit.

Kondisi SDM petani bawang merah di Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur,  perlu diingkatkan kompetensinya. Hal ini untuk meningkatkan daya saing  komoditas bawang merah dari luar wilayah sekitarnya, yang sudah banyak mengembangkan usaha budidaya bawang merah. Setelah diamati secara mendalam dalam membudidayakan bawang merah petani Blitar sangat menguasai akan tetapi didalam penanganan pasca panen dan pengolahan sangat minim. Terlihat dari hasil panen yang dijual dalam bentuk segar malah terkadang  banyak yang dijual di lapangan, sehingga  harga produk bawang merah sangat rendah.  Melihat hal tersebut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten  Blitar berkerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menyelenggarakan  Pelatihan dibidang  Agribisnis Bawang merah  beberapa waktu lalu yang dipusatkan di Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar.

Dalam pelaksanaan pelatihan, para petani bawang merah terlihat antusias  dalam mengikuti materi, karena pada dasarya materi tersebut belum banyak diketahui terutama dalam materi pengolahan hasil dan standar mutu bawang merah. Dari hasil diskusi antara peserta mempunyai kesepakatan ingin menindaklanjuti materi terutama dalam melakukan grading  bawang merah dengan harapan petani bisa menentukan harga bawang merah sesuai dengan mutu bawang yang dimiliki. Sedangkan hasil grading yang tidak masuk  dalam standar mutu bisa diolah menjadi produk bawang goreng yang renyah sekaligus dapat untuk menambah pendapatan keluarga.

Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyoroti peningkatan kapasitas SDM melalui peningkatan kompetensi teknis, manajerial dan sosiokultural. Ia mengatakan, siapa SDM pertanian itu? Ya petani, penyuluh, petani milenia, poktan, juga gapoktan. Kami siap genjot produktifitas melalui program- program pertanian. MRD/YNI

Program tersebut sejalan program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peningkatan produksi, program tersebut akan terwujud bila petani apabila produk produk petani harus menyentuh sampai tingkat pasar, dan penguasaan teknologi dalam perbaikan mutu produk sangat dibutuhkan agar produk tersebut mempunyai daya tawar yang tinggi, disisi lain teknologi prosessing  juga harus dikuasai oleh para petani terutama para KWT.