Peningkatan Kapasitas Penyuluh Dalam Pengendalian Hama Penyakit Tanaman
udin abay | Minggu, 31 Desember 2023 , 21:13:00 WIB
Swadayaonline.com - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian selalu menyampaikan bahwa Indonesia harus swasembada pangan, terutama padi, jagung dan makanan pokok lainnya, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan sesuai dengan tupoksinya melaksanakan kegiatan Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli. Pelatihan ini salah satunya upaya untuk meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian dalam menyampaikan ilmu pengetahuan dan teknologi baru pada masyarakat tani kita.
Saat ini banyak teknologi pertanian yang seharusnya di laksanakan oleh petani, dalam meningkatkan produksi maupun keuntungan belum di terapkan. Hal ini ada dua permasalahan yang terjadi di masyarakat yaitu metode penyuluhan pertanian yang digunakan belum sesuai dengan kondisi masyarakat kita dan yang kedua yaitu teknologi baru tersebut belum dilatihkan ke petani kita sehingga teknologi baru itu tidak diterapkan oleh para petani kita. Dari rangkaian kegiatan pelatihan dasar fungsional penyuluh pertanian ahli, banyak sekali materi-materi yang disampaikan untuk dipahami dan dilaksanakan oleh para penyuluh pertanian.
Untuk mengetahui ketrampilan penyuluh dalam melakukan penyuluhan, maka diperlukan monitoring secara langsung saat penyuluh melakukan penyuluhan. Permasalahan yang sering terjadi pada wilayah binaan penyuluh yaitu banyaknya serangan hama penyakit. Untuk mengatasi permasalahan tersebut penyuluh melakukan kegiatan penyuluhan dari materi cara pembuatan Micessla untuk pengendali hama tanaman. Metode yang digunakan yaitu teori, praktek dan tanya jawab.
Micessla adalah pestisida nabati yang bahannya sangat mudah dicari disekitar kita tanpa membeli dan kasiatnya sangat manjur untuk mengendalian serangan hama tanaman. Apabila para petani mau dan mampu membuat Micessla maka semua serangan hama tanaman dapat diatasi tanpa mengeluarkan biaya dalam berbudidaya.
Dengan penjelasan penyuluh tersebut semua petani sangat antsias untuk membuatnya. Agar para petani dapat memahami materi tersebut maka dilakukan praktek langsung cara pembuatan micessla sesuai arahan penyuluhnya. Dengan pemberian materi yang sangat jelas diikuti dengan praktik langsung maka para petani dapat segera mengadopsi teknologi tersebut.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedy Nursyamsi mengatakan pihaknya akan membangun titik- titik demplot pembuatan pupuk organik, pupuk hayati, pembenah tanah dan pestisida alami. Ini akan menjadi tempat pembelajaran petani mengembangkan sistem produksi pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami, sehingga dapat mengimplementasikan dan menerapkannya secara mandiri di lahan usaha taninya.
Untuk mengetahui sejauh mana para petani dapat memahami materi dan mau melaksanakan langsung materi tersebut, maka penyuluhnya melalui kesepakatan bersama melakukan jadwal pembuatan micessla secara bergiliran dari satu kelompok ke kelompok lain. Saat pembuatan micessla penyuluh siap mendampinginya agar langkah kerja dan aplikasinya sesuai aturan yang telah ditetapkan.
Memilih materi penyuluhan seorang penyuluh harus jeli agar materi tersebut dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi para petani binaannya, seperti materi pembuatan micessla tersebut sangat dibutuhkan petani dalam rangka mengatasi atau mengendalikan hama tanamannya dan mengurangi pembelian pestisida kimia. SJ/AS/YNI
